Pemakaman Kyai Qosim Dihadiri Ribuan Santri

Sidoarjo, koranmemo.com – Kepergian KH Sholeh Qosim, pengurus Pondok Pesantren Bahaudin Al Isma’iliyah meninggalkan duka yang  mendalam bagi banyak orang. Pemakaman KH Qosim dihadiri oleh ribuan santri dan , Jumat (11/5) siang.

Ribuan pelayat berebut ingin mengangkat keranda yang membawa jenazah almarhum ke tempat peristirahatan terakhirnya usai salat Jumat.

Dalam kesempatan tersebut, Rois Syuriah NU Sidoarjo,.KH Rofiq Siradj memimpin prosesi pemakaman. KH Rofiq Siradj menyebut semasa hidup Kyai Qosim merupakan seorang figur kyai yang berpengaruh dan dihormati oleh semua ulama.

“Almarhum tenaganya semasa hidup selalu dibuat untuk kemaslahatan ummat. Beliau selalu rutin mengisi pengajian di berbagai tempat. Ilmu almarhum sangat tinggi dan selalu terlihat tawadlu,” katanya.

Kyai asal Kedungcangkring Jabon ini menjelaskan lebih jauh, semasa hidup, almarhum Kyai Wosim dihormati oleh seluruh kyai di Indonesia. Beliau semasa mudanya adalah pejuang Hizbullah dalam membela atau untuk merebut Kemerdekaan RI.

Untuk diketahui, Almarhum Kyai Qosim meninggal dunia pada hari Kamis (10/5). Beliau tutup usia di umur 88 tahun saat melakukan shalat maghrib. Cucu almarhum, Gus Miftah menyebut jika KH Sholeh Qosim meninggal saat salat Magrib.

“Salat Magrib sujud tidak bangun, tasbih masih di tangan, pendungane (minta doanya),” ujarnya.

Pada HUT ke-72 TNI di Cilegon, Banten, Kyai Sholeh diundang untuk hadir. Pada kesempatan itu, Presiden Republik Indonesia sempat mencium tangan KH Sholeh Qosim.

Reporter : Yudhi Ardian

Editor : Della Cahaya

Follow Untuk Berita Up to Date