Pelayanan Tak Ramah, Dokter di RSUD Trenggalek Dipindah

Trenggalek, koranmemo.com – Manajemen RSUD Dokter Soedomo Trenggalek mengambil tindakan tegas kepada oknum dokter poli umum yang sebelumnya dikabarkan tidak ramah saat memberikan pelayanan surat keterangan (Suket) kepada penyandang disabilitas. Hal ini menyusul postingan berisi curhatan seorang pendamping disabilitas terhadap buruknya pelayanan di RSUD tersebut. Oknum dokter poli umum itu dipindahkan sementara di bagian administrasi.

Saeroni, Direktur RSUD Dokter Soedomo Trenggalek mengatakan, pemindahan tugas sementara ini dilakukan sebagai bentuk pembinaan. “Kami mengambil tindakan bahwa dokter untuk sementara sambil klarifikasi dengan berbagai pihak untuk mendudukkan persoalan ini, yang sebenarnya seperti apa, dokter tersebut kami pindahkan ke administrasi dulu sambil kami proses,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Sembari menunggu proses berlangsung, selain permohonan maaf dari pihak rumah sakit, Saeroni menyebut seyogyanya dokter bersangkutan secara pribadi segera meminta maaf kepada pasien bersangkutan.

“Pasalnya tindakan yang dilakukan tersebut berdampak pada citra rumah sakit. Secara kesatria dokter bersangkutan kami sarankan untuk meminta maaf kepada pendamping disabilitas kemarin, sehingga penyelesaian masalah dapat menyeluruh,” katanya.

Saeroni menyesalkan adanya miskomunikasi sehingga berdampak pada citra pelayanan rumah sakit yang belakangan acap kali jadi sorotan. Terlebih belakangan RSUD Dokter Soedomo Trenggalek juga jadi sorotan perihal rekrutmen puluhan tenaga perawat berstatus KHL yang dinilai kurang transparan karena tidak diumumkan kepada publik. “Karena mau diapa-apakan akan berdampak pada organisasi rumah sakit secara keseluruhan,” jelasnya.

Dari hasil klarifikasi yang sudah dilakukan, dia mengakui adanya itikad tidak baik dokter bersangkutan. Hal ini terjadi lantaran miskomunikasi antara dokter dan pasien bersangkutan. “Kami klarifikasi memang betul terjadi mispersepsi antara dokter dan pengantar. Kami klarifikasi dengan perawat dan memang betul terjadi percekcokan. Kemudian agak emosi dokternya, pengantar tersebut diminta untuk keluar,” kata Saeroni.

Sebelumnya seorang pendamping disabilitas dengan akun Facebook Tarya Bundane Naeema mengunggah postingan tentang pengalamannya saat menguruskan suket penyandang disabilitas untuk mencari lapangan kerja, Sabtu (16/3) lalu. Butuh proses panjang untuk mendapatkan suket tersebut, termasuk tindakan kurang mengenakkan seperti dimaki-maki hingga diusir dari ruangan dokter. Postingan tersebut hingga saat ini mendapatkan berbagai komentar dari warga net.

Reporter Angga Prasetya
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date