Pelayanan RSUD Dr. Soegiri Patut Jadi Pilot Project 

Lamongan, koranmemo.comKemajuan semakin pesat ditunjukkan manajemen RSUD dr. Soegiri Kabupaten Lamongan tahun ini. Mulai sistem manajemen yang dikendalikan oleh SDM yang profesional, sarana dan prasarana, maupun infrastruktur juga sangat mendukung.

Diantaranya tampak dalam pelayanan administrasi di ruang pendaftaran yang berada tepat setelah pintu masuk. Selain pendaftar (pasien/keluarga pasien) dimanjakan dengan ruang full AC,  kenyamanan menggunakan sistem antrean elektronik juga menjadi prioritas.

Kendati demikian, sosok Plt. Direktur, Dr. Taufik Hidayat yang juga masih tercatat sebagai Kepala Dinas Kesehatan itu tak mau meninggalkan rutinitas  untuk selalu jemput bola memantau pelayanan setiap sudut ruangan poli.

Tak ayal, selain Dinas Penanaman Modal dan Perizinan, Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Soegiri saat ini bakal mendapat pencanangan rumah sakit dengan pelayanan yang bebas dari korupsi mewakili Kabupaten Lamongan.

Kasubbag Hukum, Organisasi dan Pemasaran, RSUD Dr. Soegiri, Budi Wignyo mengakui, banyaknya perubahan setiap pelayanan medis atau yang lainnya di lingkup rumah sakit semata-mata hanya untuk terwujudnya RSUD Dr. Soegiri sebagai pilihan utama pelayanan kesehatan dan rujukan bagi masyarakat Lamongan.

“Perbedaan itu bisa dilihat pada pelayanan di depan. Mulai antrean pendaftaran, tidak lagi menggunakan manual melainkan sudah menggunakan sistem elektronik. Sehingga, berjubel antrean sudah tidak lagi terlihat,” jelasnya.

Tak hanya itu, sebagai pendukung sistem tersebut, ruang di sekitaran pendaftaran juga dilengkapi dengan alat pendingin (AC). Jadi, tambah Budi, sudah barang tentu, setiap kali pasien maupun keluarga, secara langsung bisa menikmati sarana dan prasarana yang disediakan rumah sakit secara optimal.

Pada tahun 2017 hingga saat ini, RSUD Dr  Soegiri juga menambah bangunan di lokasi gedung VIP sehingga jumlah kamar di Pavilium VIP bertambah menjadi 30 kamar.

Dalam setiap kamar, beberapa fasilitas sudah tercukupi dan terbilang cukup lengkap, diantaranya AC, lemari es, TV, dispencer, tempat tidur elektis, kamar mandi yang dilengkapi dengan saluran air dingin dan panas.

Sementara, tenaga medis yang dipersiapkan di Pavilium VIP sejumlah 33 tenaga perawat serta kurang lebih 20 dokter spesialis siap melayani pasien secara optimal. “Kami akan memberikan pelayanan yang terbaik dan tidak membedakan pasien umum dan pasien yang menggunakan BPJS,” terang Umi selaku kepala ruangan VIP.

Ditanya mengenai biaya rawat inap bagi pasien umum, Umi menjelaskan bahwa untuk biaya kamar dan perawatan selama 24 jam sebesar Rp 345 ribu. Dia pun berharap, sejumlah kamar yang masih belum bisa digunakan, beberapa pekan lagi bisa difungsikan.

Sedangkan, salah satu keluarga pasien VIP, sebut saja Sugeng menilai RSUD Dr. Soegiri mengalami kemajuan total. Mulai pelayanannya hingga fasilitasnya pun sangat berbeda. Saat ini, boleh dibilang lebih maju.

Perbedaan itu, kata Sugeng, bisa dilihat dari awal masuk rumah sakit. Semua pelayanan menggunakan sistem canggih. Selain itu, posisi lorong menuju ruangan lain juga sangat lebar dan luas. Bangunan gedung baru pun juga bertambah.

“Ketika saya melihat perkembangan di rumah sakit ini, tidak canggung untuk mempercayai pelayanan disini sangat optimal. Jadi, kami tidak ragu untuk mempercayakan keluarga untuk mencari kesembuhan,” ungkap Sugeng yang mengaku sedang menjaga salah satu keluarganya di ruang VIP lantaran terdiagnosa gastristis (infeksi lambung).

Reporter: Edi/Fariz Fahyu

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date