Pelawak Asal Ngawi Dicekal Imigrasi Hongkong

Ngawi, koranmemo.com – Pelawak kondang Yudho Prasetyo asal Dusun Jurug, Desa Dumplengan, Kecamatan Pitu, Kabupaten Ngawi Jawa Timur, dicekal petugas imigrasi Hongkong.

Pria yang akrab disapa Cak Yudho ditahan bersama rekan mainnya di hiburan lawak Deni Afriandi alias Precil saat manggung di hadapan Buruh migran Indonesia (BMI) di Sla Dance BCC Building,13F 25-31 Carnarvon Rd, Tsim Sha Tsui Kowloon, Hongkong, Minggu lalu (4/2).

Kedua pelawak yang tergabung dalam grup lawak Guyon Maton dianggap melanggar undang-undang imigrasi Hongkong. Dari informasi yang dihimpun, Yudho maupun Precil ditangkap petugas imigrasi Hongkong lantaran melakukan pelanggaran visa.

Dimana, visa kunjungan sebagai turis disalahgunakan untuk kepentingan lain yakni melawak. Dugaan tersebut dibuktikan dengan tiket penjualan yang ditarik oleh pihak panitia untuk menyaksikan keduanya.  Per tiket 170 Hongkong Dollar (HKD) atau setera sekitar Rp 300 ribu dengan bonus kaus.

Atas kasus tersebut, Wariani istri Yudho hanya bisa menangis dan pasrah. Karena belum mengetahui persis permasalahan sebenarnya.    “Gimana lagi sejak berangkat sudah kehilangan kontak. Tahu-tahu suami saya bersama Mas Precil ditahan,” kata Wariani, Kamis (8/2).

Menurutnya, Yudho memang berangkat ke Hongkong bersama Percil. Suaminya berangkat sejak Kamis (1/2). Dia mengetahui kasus dialami suaminya, setelah dihubungi oleh pihak manajemen suaminya.

Cak Yudho merupakan tulang punggung keluarga satu-satunya dari undangan melawak bersama rekannya Percil. Yudho sendiri memiliki 1 orang istri dan 4 orang anak.

“Kami berharap pemerintah segera turun tangan membantu menuntaskan permasalahan yang dihadapi suami saya,” ujarnya.

Informasinya, keduanya dianggap melanggar UU Imigrasi Hongkong dan bakal diancam denda maksimal HKD 50.000 atau Rp 87 juta dan ancaman hukuman 2 tahun penjara.

Reporter:Dika Abdillah/Juremi

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.