Pelatihan Tanggap Bencana, Cara Mahasiswa UNS Penerima Beasiswa Aktivis Nusantara Rayakan Tahun Baru

Share this :

Solo, koranmemo.com – Tahun baru identik dengan perayaan bersama dengan teman-teman atau keluarga terdekat. Biasanaya momen ini merupakan momen yang tepat untuk saling berkumpul, meniupkan terompet bersama, main kembang api, dan lain sebagainya. Namun bagi sembilan mahasiswa UNS (Universitas Sebelas Maret Surakarta) yang tergabung dalam Beasiswa Aktivis Nusantara (Bakti Nusa), merayakan tahun baru berbeda dengan yang lainnya. Mereka merayakan malam pergantian tahun dengan melakukan pelatihan tanggap bencana (Disasster Management) bersama dengan mahasiswa aktivis perguruan tinggi lain di seluruh Indonesia yang diselenggarakan oleh Beastudi Indonesia Dhompet Dhuafa yaitu BAKTI NUSA (Beasiswa Aktivis Nusantara). Kegiatan ini merupakan kegiatan Strategic Leadership Training salah satu program dari Beasiswa Aktivis Nusantara.

Kegiatan ini diselenggarakan di Bogor-Sukabumi selama 3 hari yaitu tanggal 29-31 Desember 2017. Para mahasiswa mahasiswi itu mewarnai akhir tahun dengan belajar bersama tim DMC (Disaster Management Center) dari Dhompet Dhuafa.

Diadakannya pelatihan manajemen bencana ini karena masa-masa sekarang dan yang akan datang pemimpin-pemimpin muda dihadapkan pada salah satu masalah yang serius yaitu kemanusiaan, terutama masalah kemanusiaan dalam bencana alam yang menyebabkan tersisanya ruang-ruang kemiskinan dan ketidakberdayaan bagi para korbannya. Sehingga sangat perlu dilakukan pelatihan manajemen bencana untuk para mahasiswa aktivis yang tersebar dalam 13 perguruan tinggi negeri seperti UNS, UGM, UNY, ITB, UNPAD, UNESA, UNAIR, ITS, UNSRI, UNTAN, IPB, UI, UNJ.

Adapun kegiatan selama 3 hari tersebut meliputi pelatihan pendirian tenda pada saat bencana, materi karakteristik bencana yang kemudian dilanjutkan wawancara dengan warga sekitar tentang pengetahuan karakteristik bencana serta bencana apa saja yang sering terjadi pada daerah tersebut, dan menanyakan mengenai ada atau tidakkah pelatihan bencana di daerah tersebut.

Selanjutnya adalah materi tentang menejemen informasi, dilanjutkan dengan materi serta praktik dapur umum pada saat bencana. Peserta diwajibkan untuk praktik memasak untuk korban bencana alam, namun tidak disediakan peralatan memasaknya, sehingga teman-teman mahasiswa harus meminjam peralatan atau bahkan dapur ke warga sekitar tempat acara yaitu di perbatasan Sukabumi Bogor.

Setelah praktik dapur umum, hasil masakannya pun dinilai dan dievaluasi oleh tim DMC Dhompet Dhuafa, peserta juga wajib mempresentasikan masakannya tersebut di depan peserta yang lain. Kemudian, peserta diberikan materi manajemen bencana.

Uniknya dari kegiatan ini adalah selama 2 malam, peserta tidak menginap di hotel layaknya pelatihan lain, namun pada malam pertama mereka menginap di tenda yang telah dibangun bersama, kemudian malam kedua mereka dibagi untuk tidur di rumah penduduk sekitar. Hal ini bertujuan agar mahasiswa lebih dekat dengan masyarakat, dan lebih humble, serta mengerti keadaan masyarakat secara langsung. Itulah yang membedakan kegiatan ini dengan kegiatan pelatihan yang lain.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat, terutama buat bekal kita semua untuk tanggap dengan bencana, apalagi Indonesia adalah negara yang sering terjadi bencana, sehingga pelatihan ini sangat perlu dan penting sekali untuk mahasiswa yang nantinya akan bergerak untuk membantu korban bencana alam,” ungkap Athok Sofhiudin, mahasiswa Kedokteran UNS, Koordinator Bakti Nusa UNS Angkatan 7.

Selain materi-materi diatas juga terdapat materi dan praktik First AID (Pertolongan Pertama pada korban), manajemen logistik, serta pengurangan resiko bencana. Adapun acara puncak dari kegiatan ini adalah WATER RESCUE dan pelatihan SAR. Peserta diwajibkan untuk mencari korban bencana alam yang tersesat di hutan, adapun medan yang dilalui oleh peserta adalah sungai dan hutan, peserta harus mengarungi sungai terlebih dahulu, kemudian melakukan pelacakan dan identifikasi korban seperti layaknya tim SAR. Kemudian setelah ditemukan korbannya maka harus diberikan pertolongan pertama sesuai dengan materi kepelatihan dan lekas di evakuasi.

Pelatihan tanggap bencana di akhir tahun dan awal tahun ini sungguh sangat bermanfaat. Karena dengan kegiatan ini dapat melatih peserta yang merupakan mahasiswa aktif di kampus untuk turut serta dalam membantu korban bencana ketika terjadi bencana di Indonesia, hal ini juga melatih kontribusi dan kapabilitas mahasiswa yang disiapkan sebagai pemimpin bangsa.

Pengirim: Anggun Nurus Sholikhah (Mahasiswa S1 Farmasi UNS

Penerima Manfaat Beasiswa Aktivis Nusantara Angatan 7).

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz