Pelaku Penyerangan Pimpinan Ponpes Belum Diketahui Identitasnya

Lamongan, koranmemo.com – Sampai hari ini, Selasa (20/2), penyerangan yang dilakukan orang yang diduga gangguan jiwa terhadap pimpinan pondok pesantren Karangasem Paciran, KH. Abdul Hakam Mubarok, masih belum ada perkembangan lebih lanjut.

Polisi masih melakukan observasi bersama tim medis dari Rumah Sakit Bhayangkara dan Rumah Sakit Jiwa Menur di Surabaya.

Diketahui, pada Minggu (18/2) sekitar pukul 12.00 WIB siang, terdapat orang tak dikenal masuk di lingkungan masjid Pondok Pesantren Karangasem Desa/Kecamatan Paciran Lamongan.

Pria nyleneh tersebut tiba-tiba mendekati Mubarok tanpa alasan yang jelas. Kebetulan saat itu, pimpinan ponpes tersebut usai melaksanakan salat zuhur.

Mengetahui itu, Mubarok menjauhi orang tersebut. Sontak, pria misterius tersebut melakukan pengejaran dan menantang berkelahi. Masyarakat sekitar yang mengetahu kejadian ini langsung mengamankan pria setengah gila tersebut.

Berkali-kali dicecar pertanyaan oleh masyarakat, namun orang tersebut hanya diam. Hingga akhirnya warga sepakat untuk membawanya ke kantor kepala desa setempat hingga diserahkan ke Polres Lamongan.

Menanggapi kejadian yang menimpanya, KH, Hakam Mubarok mengaku jika pria itu ditegur dengan santun. Sayangnya, pria tersebut malah emosi hingga menjadi-jadi. “Saat dikejar, saya sempat terjatuh dan orang itu menantang saya,” tutur Mubarok.

Dia juga menyerahkan kasus tersebut kepada pihak kepolisian. Jika diketahui pelaku itu gila, dia ikhlas untuk dilepaskan. Namun, jika diketahui normal, agar diproses sesuai dengan hukum yang berlaku.

“Saya takutnya hal itu modus baru dalam menjalankan hal lain yang diinginkan,” ujar Mubarok kepada koranmemo.com.

Sementara itu, Kapoda Jawa Timur  Irjen Pol, Drs Mahfud Arifin, SH, menyampaikan, saat gelar rilis di Pondok Pesantren Karangasem Muhammadiyah, bahwa pihaknya sudah menyiapkan tim psikiater.

“Hingga saat ini identitas dan tujuan pelaku belum bisa diketahui. Sementara ditangani Polres Lamongan dan di-backup oleh Polda Jatim,” ujarnya.

Kapolda menambahkan, pelaku belum bisa dikatakan gila atau tidaknya. Pihaknya masih menunggu waktu dan hasil dari psikiater. “Kami menghimbau pada masyarakat, jangan sampai berkomentar yang berlebihan apalagi belum mengetahui kebenarannya. Mari menjaga kondusifitas, keamanan, ketentraman wilayah bersama-sama, ” Imbuh Mahfud.

Reporter : Suparapto/Fariz

Editor      : Muji Hartono

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.