Pelaku Jalani Tes Kejiwaan

Pemukulan 5 Warga dengan Balok Kayu

 

Blitar, koranmemo.com – Proses hukum terkait kasus penganiayaan yang dilakukan Sudarmo (35) warga  Dusun Plumpurejo Desa Plumpungrejo Kecamatan Kademangan Kabupaten Blitar terhadap 5 warga, Minggu (6/11) berlanjut. Petugas sedang menyiapkan berkas kelengkapan yang digunakan untuk memeriksakan tersangka ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ) Porong Sidoarjo. Hal itu diungkap Kapolsek Lodoyo Barat AKP Sapto Rahmadi saat dijumpai Koran Memo, Senin (7/11).

Sapto mengatakan, saat ini pihaknya tengah mempersiapkan berkas seperti surat keterangan dari desa, puskesmas, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar. Usai melengkapi berkas, pihaknya akan melanjutkan pemeriksaan kondisi kejiwaan pelaku. “Kami tengah mengupayakan melengkapi berkas untuk kemudian dilakukan pemeriksaan terhadap kejiwaan pelaku. Sebab sampai saat ini, baik tersangka maupun beberapa korban masih belum bisa dimintai keterangan lebih lanjut, karena masih menjalani perawatan di rumah sakit,”jelas Sapto.

Menurut keterangan beberapa saksi yang sudah diperiksa, kata Sapto, Sudarmo kuat dugaan memang mengalami gangguan kejiwaan. Kendati demikian pihaknya, akan tetap melaksanakan pemeriksaan di RSJ Porong, guna mengetahui faktor yang sebenarnya. “Kita tak mau berandai-andai. Itu masih keterangan sementara dari pengakuan saksi lainnya. Sebab kita perlu bukti yang otentik,”ungkapnya.

Informasi yang dihimpun Koran Memo dari berbagai sumber terkait latar belakang pelaku, diketahui Sudarmo kerap kali merantau. Menurut keterangan warga yang enggan disebutkan namanya, Sudarmo diketahui normal seperti orang pada umumnya. Namun belakangan kondisi kejiwaannya terganggu karena ditengarai rumah tangganya sedang bermasalah. “Kabarnya dia juga baru saja menjual tanah. Selain itu entah masalah apa, dia juga pernah menganiaya salah satu anggota keluarganya,”tutur salah satu warga setempat yang enggan dikorankan.

Hal senada juga diungkapkan Panusi (70) mantan ketua RW setempat. Panusi mengatakan jika pelaku tak pernah mengamuk apalagi membabi buta seperti yang dilakukannya kemarin. Sudarmo dikenal sebagai pribadi yang suka merantau, dan suka pulang pergi dari rumah. “Terkadang kelihatan di rumah, terkadang juga di perantauan. Informasi yang saya dengar, Sudarmo baru saja pulang dari Kalimantan. Tapi kalau di rumah biasa-biasa saja, makanya saya kaget kemarin kok bisa seperti itu,”pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Sudarmo terjerat kasus penganiayaan yang dilakukannya terhadap lima warga setempat. Bahkan, Kasirin (65), salah satu warga meninggal dunia akibat terkena pukulan balok kayu yang dilakukan tersangka. Hingga berita ini diturunkan, beberapa korban belum sepenuhnya diperbolehkan pulang dan masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Budi Rahayu Kota Blitar. Sedangkan Sudarmo sendiri juga masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Mardi Waluyo Kota Blitar akibat menderita cidera kaki usai nekad melompat dari tebing saat dikejar warga usai melakukan penganiayaan. (ase)

 

Follow Untuk Berita Up to Date