Pelajar Pembuang Bayi Ternyata Siswi Sekolah Favorit

Share this :

Tulungagung, koranmemo.com –  UPT Dinas Pendidikan Provinsi Cabang Tulungagung harus mengevaluasi pendidikan keagamaan di SMAN sederajat. Pasalnya seks bebas tidak asing bagi kalangan pelajar. Seperti kasus pembuangan bayi di belakang rumah Yasin warga Desa Bangoan Kecamatan Kedungwaru (4/12).

Bayi perempuan yang dibuang hasil hubungan gelap pasangan kekasih yang statusnya masih pelajar. Yang mengejutkan, mereka sekolah di sekolah paling favorit di Kota Marmer, yaitu SMUN I Boyolangu dan SMUN I Kedungwaru.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMUN I Boyolangu Muarif mengatakan jika UN, perempuan yang melahirkan bayi adalah peserta didiknya. Dia masih duduk di  bangku kelas XI.

“UN benar murid kami. Sekolah akan melakukan pembinaan,”tegas Muarif pada Rabu (06/12) siang.

Muarif  menegaskan meski belum mendapatkan laporan resmi dari kepolisian, namun kabar penemuan bayi sudah diketahui guru dan murid. Bahkan di media sosial, pemberitaan terkait kasus tersebut sudah sangat viral. “Awalnya saya juga tidak percaya, karena pada Senin (4/12) UN masih masuk sekolah,” katanya.

Untuk memastikan kebenaran informasi tersebut lanjutnya, dia mengunjungi rumah UN pada Rabu pagi. Waktu itu, di rumah hanya ada nenek UN. Menurut pengakuan nenek UN ternyata berita itu benar.

“Saat itu kami shock, karena tidak mengetahui jika UN mengandung. Bahkan pihak keluarga juga tidak mengetahuinya,” terangnya.

Disinggung sikap yang akan diambil pihak sekolah terkait status UN Muarif memilih menunggu proses hukum yang sedang berjalan. Namun demikian, pihaknya menegaskan tidak akan memberikan sanksi kepada UN. Pihaknya sangat memahami kondisi psikis UN.

“Kita akan komunikasikan dengan banyak pihak untuk mencari jalan keluar yang terbaik untuk pendidikan,” pungkasnya.

Sementara itu, Wakasek bidang Humas SMAN I Kedungwaru Mardiyani juga membenarkan jika RZ adalah salah satu muridnya. Menurutnya saat ini RZ duduk di bangku kelas XII.

Seperti halnya yang lain, pihak sekolah juga shock atas kejadian ini. Karena di sekolah RZ termasuk anak yang baik dan aktif di kegiatan ekstrakurikuler. “Tadi malam kami juga mendapat kabar kalau RZ dibawa ke Polres,” katanya.

Sama halnya dengan asal sekolah UN, terkait kasus ini pihaknya menyerahkan sepenuhnya kepada aparat kepolisian. Namun pihaknya tetap mengupayakan agar RZ tetap bisa mengikuti Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada Maret-April 2018. “Anak yang ditahan saja boleh ikut ujian kan, seharusnya ini juga boleh,” jelasnya.

Kapolres AKBP Yong Ferrdjon melalui Kasatreskrim AKP Mustijat Priyambodo mengatakan kasus masih berlanjut. Saat ini pihaknya masih meminta keterangan dari dua siswa itu.“Kondisi psikis pelaku kan masih drop, kita minta keterangannya dulu,” katanya.

Dikatakan, setelah meminta keterangan dua pelaku, kedepan petugas juga akan meminta keterangan dari orang yang pertama kali menemukan bayi. Selain itu, orang tua, dan dari pihak sekolah juga akan diminta keterangannya.

Mustijat menambahkan, karena pelaku masih di bawah umur. RZ diperbolehkan pulang dengan jaminan orang tuanya.  Sedangkan UN masih menjalani observasi di RS Bhayangkara. Untuk bayinya masih dirawat di ruang Mawar RSUD dr. Iskak.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz