Pelajar Jadi Sasaran Peredaran Narkoba 

Tulungagung, koranmemo.com Pengakuan para pengedar narkoba di Kabupaten Tulungagung cukup mengejutkan. Pasalnya mereka menjadikan pelajar, pemuda dan pengangguran menjadi sasaran utama peredaran narkoba. Hal itu diungkapkan oleh Kasatreskoba Polres Tulungagung AKP Suwancono pada Jumat (2/3).

“Dari keterangan para pengedar yang telah tertangkap, mereka lebih mudah menjual barang haram tersebut ke pelajar dan pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Tofik Sukendar melalui Kasatreskoba AKP Suwancono seusai konferensi pers.

Suwancono mengatakan, untuk pelajar biasanya ditawarkan atau diperkenalkan obat  terlarang jenis pil dobel L terlebih dahulu. Selain harganya terjangkau (umumnya per butir Rp 1000 hingga Rp 2000), efek yang ditimbulkan setelah mengkonsumsi pil tersebut juga ada. “Awalnya hanya untuk coba-coba dan diberi secara gratis. Tetapi selanjutnya membeli,” katanya.

Sedangkan untuk sabu-sabu lebih ditawarkan kepada pemuda yang belum memiliki pekerjaan tetap atau kepada masyarakat golongan menengah ke

atas yang sudah pernah merasakan pil dobel L. Adapun cara menawarkannya yakni dengan mengiming-imingi efek setelah mengkonsumsi sabu-sabu.

“Sabu-sabu efeknya memang lebih cepat karena merupakan narkotika golongan satu dan harganya per gramnya mencapai ratusan ribu rupiah hingga jutaan rupiah,” jelasnya.

Dilanjutkan, yang perlu dijadikan perhatian, apabila mengetahui seseorang telah ketergantungan obat terlarang maupun narkotika diharapkan segera membawanya ke Satreskoba (Polres) atau ke Badan Nasional Narkotika Kabupaten (BNNK) untuk direhabilitasi.

Dia berpesan jangan malah dikucilkan atau dibiarkan karena mereka adalah korban yang selalu diincar oleh jaringan pengedar narkoba. “Kalau menyerahkan diri tidak akan diproses hukum, berbeda jika yang menangkap petugas,” ujarnya.

Masih menurut Suwancono, berdasarkan catatan pihak kepolisian, sepanjang Februari 2018 ini pihaknya telah menangkap 12 tersangka dimana salah satu masih berstatus pelajar. Kedua belas orang tersebut terdiri dari pengguna hingga pengedar narkotika jenis sabu dan Pil Dobel L.

Dengan jumlah barang bukti yang digagalkan beredar di pasaran sebanyak 1811 butir Pil Dobel L, 6 Poket Sabu seberat 3,7 Gram dan uang tunai 1.080.00,-.

“Itu yang tertangkap, kami yakin diluar sana masih banyak,” imbuhnya.

Ditambahkan, bagi pengedar atau pengguna sabu-sabu pihaknya akan menjeratnya dengan pasal 114 ayat (1) dan pasal 112 ayat (1), Undang Undang RI nomer 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Sedangkan untuk pengedar atau pengguna pil dobel l dijerat dengan pasal 197 Sub pasal 196 Undang Undang Republik Indonesia nomer 36 tahun 2009 tentang kesehatan, dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Mari bersama-sama kita lawan narkoba karena saat ini sudah sangat memprihatinkan,” pungkasnya.

Reporter: Yoppy Sandra Wijaya

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date