Pejabat Penyuap Bupati Jombang Divonis 2,5 tahun

Sidoarjo, koranmemo.com – Inna Silestowati, salah seorang pejabat di Pemerintah Kabupaten Jombang divonis hukuman penjara 2 tahun 6 bulan oleh Majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya di Sidoarjo, Selasa (3/7).

Sidang yang diketuai majelis hakim Unggul Warso Mukti ini mengagendakan pembacaan putusan terhadap terdakwa Inna Silestowati. Dalam pembacaan putusan itu, Pejabat Pemkab Jombang ini dianggap terbukti melakukan penyuapan terhadap Bupati Jombang nonaktif, Nyono Suharli demi diangkat menjadi Kepala Dinas Kesehatan Jombang.

Terdakwa Inna terbukti melanggar Pasal 13 Undang-Undang tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, junto pasal 65 ayat 1 KUHP. Sebagaimana dakwaan kedua alternatif kedua Jaksa KPK.

“Mengadili, menjatuhkan hukuman penjara selama dua tahun dan enam bulan terhadap terdakwa,” ujar Hakim Unggul membaca amar putusannya.

Tidak hanya itu, majelis hakim juga mewajibkan terdakwa Inna membayar uang denda sebesar Rp 50 juta. “Jika tidak dibayar harus diganti dengan hukuman penjara selama satu bulan,” lanjutnya.

Usai mendengar pembacaan putusan, terdakwa diberikan waktu untuk berkomunikasi langsung dengan penasehat hukumnya.

Sebelumnya, jaksa KPK menuntut terdakwa dengan hukuman penjara selama 3 tahun dengan denda Rp 200 juta subsidair 3 bulan penjara. Artinya, vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini lebih rendah dari tuntutan Jaksa KPK.

Mendengar putusan itu, jaksa Doddy Sukmono mengaku menghormati dan menghargai putusan yang telah dijatuhkan oleh majelis hakim.

“Ternyata dakwaan alternatif kedua yang dianggap terbukti. Kami rasa putusan ini sudah memenuhi rasa keadilan. Namun kami masih pikir-pikir untuk mempelajari putusan tersebut, apakah menerima atau banding,” papar Dody usai sidang.

Sementara itu, Yuliana Herianti Ningsih, kuasa hukum terdakwa juga mengaku masih perlu mempelajari putusan tersebut untuk memutuskan banding atau menerima.

Menurutnya, ada beberapa fakta yang belum terungkap dalam persidangan. Di antaranya, terkait mobil milik terdakwa yang disita KPK. “Tapi saya tidak bisa berbuat apa-apa karena terdakwa baru menyampaikan itu menjelang putusan,” terang Yuliana.

Yuliana mengaku baru mengetahuinya perihal adanya penyitaan tersebut. Hal itu disebabkan karena dirinya sebagai pengacara pengganti yang ditunjuk untuk mengganti pengacara yang sebelumnya. “Saya baru mendampingi saat sidang, waktu proses penyidikan bukan saya yang mendampingi,” lanjut dia.

Untuk diketahui, dalam perkara ini, selain Inna Silestowati, KPK juga menangkap Bupati Jombang Nyono Suharli. Saat ini Nyono sedang dalam proses persidangan di pengadilan Tipikor Surabaya.

Dalam perkara ini, Inna Silestowati yang menjabat sebagai Plt kepala Dinas Kesehatan Jombang berusaha menyuap bupati agar segera ditetapkan sebagai kepala Dinas Kesehatan definitif. Total uang suap yang diberikan kepada Nyono berjumlah Rp 275 juta.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date