Pedagang Minuman Legen Takut Berjualan

Sidoarjo, koranmemo.com – Pedagang legen minuman tradisional asal Tuban, Jawa Timur, terpaksa tidak berjualan. Hal itu ditengarai atas pengakuan tersangka (pedagang legen palsu) yang ditangkap Satreskrim Polrestabes Surabaya karena terbukti membuat legen palsu dari bahan kimia berbahaya tidak layak dikonsumsi manusia.

Sutrisno salah satu pedagang menyampaikan, terhitung hampir dua pekan lebih para pedagang Legen tak berjualan. Pihaknya mengaku resah atas pengakuan tersangka yang kini ditahan polisi tersebut. Akibatnya, kebanyakan pedagang terpaksa menghentikan sementara untuk berjualan minuman tradisional asal Tuban tersebut.

“Terus terang kalangan pedagang resah. Karena tidak semuanya (legen) yang dijual pedagang adalah ‘palsu’. Legen Palsu hanya dibuat oleh sebagian pedagang yang tak bertanggung jawab,” kata Sutrisno, Ketua Paguyuban Pedagang Legen Jawa Timur “Karya Bersama”, Jumat, (21/07/2017).

Dikatakan, tersangka yang ditangkap kepolisian bukanlah anggota paguyuban. Mereka adalah oknum yang membuat minuman legen palsu. Berjualan demi laba yang banyak dengan membuatnya dari bahan kimia yang tidak melihat efek yang merugikan bagi konsumennya.

“Masih banyak pedagang di luar sana yang bukan anggota paguyuban. Membuat legen palsu tentu inisiatif dari oknum sendiri tersebut. Kami sudah puluhan tahun jualan ini,” tegas Sutrisno.

Sutrisno membuka usaha berjualan minuman Tradisional Legen tersebut sejak tahun 1980′ an. Pria 52 tahun  berasal dari Desa Plumpang, Tuban Jawa Timur. “Ini usaha turun temurun dari keluarga saya,” ucapnya.

Akibat adanya kejadian ini, lanjut Sutrisno, terpaksa pihaknya menjual motor untuk kelangsungan hidup. “Karena saya mempunyai 3 anak. Ya, mau gimana lagi hampir dua mingguan lebih tidak jualan. Terpaksa kami jual motor. Harapan kami pedagang bisa berjualan lagi,” harapnya.

Sementara, Kuasa Hukum Paguyuban Pedagang Legen, “Karya Bersama,” Anggita Narendra Putra, SH mengapresiasi atas langkah Polisi untuk membongkar jaringan pedagang minuman Legen palsu tersebut. Meski begitu pihaknya turut prihatin dengan kondisi pedagang lainnya.

Reporter: Yudhian Ardian
Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.