Pedagang Keluhkan Keberadaan Penjual Gula Murah

Kediri, koranmemo.comKeberadaan pedagang gula murah memberikan dampak bagi pembeli serta pedagang yang berada di pasar tradisional Kota Kediri. Pasalnya, gula yang dijual di bawah harga pasaran memiliki berat tidak sampai satu kilogram. Akibatknya, pedagang di pasar mendapat protes dari beberapa pembeli, yang merasa harga gula lebih mahal.

Salah satu pedagang di Pasar Pahing Kota Kediri, Sunarti (55) mengatakan, dengan adanya pedagang gula murah yang tidak menentap, beberapa pembeli sering membandingkan harga gula yang ia jual dengan gula yang dijual di pinggir jalan. “Kalau dibanding-bandingkan itu sering, saya juga menjelaskan mengapa harga di pasar lebih mahal jika dibandingkan yang dijual di pinggir jalan,” ujarnya, saat ditemui koranmemo.com, Senin (25/3).

Gula yang dijual dengan harga murah, jika ditimbang beratnya tidak sampai satu kilogram. Ada selisih berat rata-rata satu ons, dengan gula yang dijual di pasar atau toko pracangan. Jika harga di pasar untuk satu kilogram mencapai R 10.200 sampai Rp 10.500, untuk harga yang ditawarkan para pedagang gula murah berkisar Rp 9.700 dengan ukuran plastik satu kilogram.

Menurutnya, penjual gula murah dapat merusak harga para pedagang pasar yang benar – benar menjual gula dengan berat satu kilogram per bungkus. Ini lantaran, penjual gula murah di pinggir jalan juga sering berpindah lokasi sehingga merugikan pedagang. “Yang benar – benar menjual dengan takaran yang sesuai bisa dicurigai melakukan kecurangan,” sahutnya.

Sementara itu, Isniatun (45) salah satu pedagang di Pasar Bandar Kota Kediri mengutarakan hal yang sama, dan tetap memilih menjual gula dengan ukuran yang pas, meskipun sering mendapat keluhan dari pembeli yang merasa harga gula lebih tinggi. Pasalnya, jika dilihat dari kemasan, gula yang mempunyai berat satu kilogram dengan gula yang mempunyai berat kurang dari satu kilogram, hampir tidak mempunyai perbedaan ukuran kemasan.

Bahkan, untuk mengantisipasi keluhan dari pembeli, ia memberitahu kepada pembeli bahwa gula yang dijual memang sesuai dengan harga pasaran serta timbangan jelas berukuran satu kilogram. “Takutnya kalau pedagang di pasar melakukan kecurangan dengan mengurangi takaran, dan sering kami melakukan timbang ulang sebelum memberikan kepada pembeli,” ucapnya.

Sementara itu,  Yongky Prabowo, Kasi Pengendalian Barang dan Jasa Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagin) Kota Kediri, mengaku sudah melakukan pemeriksaan serta memberikan imbauan kepada pedagang gula murah di pinggir jalan. Namun, untuk melakukan tindakan penertiban bukan wewenang Disperdagin, namun wewenang Unit Pelaksana Teknis (UPT) Perlindungan Konsumen Kediri.

Meskipun demikian, jika ditemukan pedagang yang menjual gula dengan tulisan per kilogram, petugas akan melakukan tindakan tegas. Karena, gula yang dijual tidak memenuhi standar dan dinilai melanggar peraturan. “Memang mereka mengaku menjual bukan per kilogram, tapi per bungkus. Kalau langsung melakukan penindakan, kami menyalahi prosedur,” ujarnya.

Reporter Okpriabdhu Mahtinu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date