PAT Kedelai 2017 Gagal, Pesanggem Merugi

Nganjuk, koranmemo.com – Bulan Pebruari 2018 lalu, 4 wewengkon Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan Perum Perhutani KPH Nganjuk, meliputi BKPH Berbek, Tritik, Wengkal, Tamanan, dan BKPH Bagor, mendapat bantuan perluasan areal penanaman (PAT) kedelai sumber dana dari APBNP 2017.

Ada 1343 hektare luas lahan yang disiapkan oleh Perhutani KPH Nganjuk dalam program ini. Luas lahan itu, dibagi 34 LMDH di 5 BKPH tersebut. Diketahui, program PAT ini melibatkan Perhutani sebagai penyedia lahan, dan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH) sebagai pengelola lahan. Secara teknis LMDH dalam pelaksanaannya dibimbing Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk.

Namun, program itu tidak berjalan mulus seperti rencana. Ada beberapa LMDH menerima utuh, ada juga yang hanya menerima kedelai saja tanpa sarana produksi (saprodi), yakni pupuk dan obat-obatan.

“Luas lahan di LMDH saya 322 hektare dengan 500 pesanggem. Kami terima benih kedelai 50 kilogam, 5 sachet risobiom dan pupuk cair 8 liter perhektare, sesuai dengan RUK (rencana usaha kelompok),” kata M. Arbai Ketua LMDH Sido Makmur Desa Mancon Kecamatan Wilangan, Kamis (10/5).

Arbai mengatakan, pihaknya merasa merugi dengan adanya bantuan ini. Pasalnya, areal tanam di bawah tegakan lahan Perhutani itu hanya mengandalkan air hujan, sehingga terjadi gagal panen di wilayahnya. “Kegagalan itu faktor utamanya pada air hujan dan juga benihnya,” tandasnya.

Ketua LMDH lainnya menambahkan, jika setiap hektarnya, pesanggem menerima transfer dana sebesar Rp 1.385.900. kucuran dana ini langsung masuk pada rekening kelompok kerja (pokja), dan langsung dikirim ke CV pemenang tender dari wilayah Madiun.

“Kabarnya, pemilik CV itu punya kolega kuat di kementrian pertanian, sehingga dia selalu menang tender. Dan CV ini yang mengatur semuanya termasuk penangkar kedelai yang droping,” bebernya.

Disebutkan, di wilayah (wewengkon) BKBH Bagor, ada 8 LMDH yang menerima PAT kedelai, di antaranya LMDH Sumber Makmur, LMDH Mitra Karya, LMDH Sumber Suko, LMDH Sido Makmur.

“Empat LMDH ini sudah sudah menerima benih kedelai berikut pupuk dan obat-obatan, bahkan sudah habis panen, lainnya belum menerima pupuk dan obat, padahal kedelai sudah ditanam,” katanya.

Menurutnya, masih banyak LMDH di wilayah lainnya yang sampai saat ini belum menerima saprodi, sehingga pesanggemnya sendiri yang harus mengupayakannya. “Ini yang saya anggap PAT kedelai gagal dan petani merugi,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ir Istanto Winoto MM saat dikonfirmasi melalui ponselnya membenarkan jika banyak LMDH yang tidak menerima pupuk dan obat-obatan sampai sekarang. “Saya sudah kirim surat teguran ke CV-nya, namun hingga kini belum terealisasi,” tegasnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date