Pasokan Minim, Harga Ikan Laut Melejit

Lamongan, koranmemo.com – Penghasilan nelayan rupanya semakin mengalami perubahan drastis apalagi para pedagang ikan laut. Itu bisa dilihat dari Tempat Pelelangan Ikan (TPI) yang ada di wilayah Brondong menurun hingga mencapai 70 persen.

Lantaran terkendala cuaca, sebagian nelayan tidak bisa maksimal menghasilkan ikan. Hal itu dikatakan Budi selaku anggota koperasi ikan budi rahayu di TPI Brondong. Dikatakannya jika tangkapan ikan nelayan saat ini sangat minim lantaran perubahan cuaca yang tidak bersahabat.

Sementara, tambah dia, sebagian nelayan yang nekad melaut sekitar 30 persen. Yang dihasilkan sangat jauh berbeda dibandingkan beberapa bulan lalu. “Yang melaut hanya nelayan kapal payang. Sedangkan untuk nelayan kapal bagan, tidak melaut,” sebutnya.

Kembali disebutkannya, jika nelayan kapal payang itu, meski kondisi demikian, tetap saja melakukan aktifitas. Alhasil, walau tidak banyak menghasilkan ikan akan tetapi mereka tetap melaut, posisi melaut berpindah-pindah alias tidak menetap.

Sedangkan, nasib nelayan kapal bagan saat ini lebih memilih untuk berhenti total melaut. Pastinya, tambah Budi, mereka tidak berpenghasilan dan mereka rata-rata beralih profesi sementara waktu. “Mereka lebih memilih cari kegiatan lain dan memperbaiki piranti melaut, seperti jaring, kapal dan lainnya,” jelasnya.

Tak hanya itu, minimnya pasokan ikan di TPI Brondong oleh nelayan sangat berdampak juga bagi aktifitas transaksi lelang ikan. Hal itu berdampak pada harga ikan yang meroket dari beberapa jenis ikan laut. Saat ini, nelayan kapal payang setiap harinya hanya membawa 20 cucuk jenis ikan tongkol campur.

“Jika cuaca normal, nelayan kapal payang dalam tiap harinya bisa mendapatkan 100 cucuk ikan. 1 cucuk itu berisi 10 ikan, jadi tinggal ngalikan saja jumlahnya. Sudah barang tentu kondisi saat ini jauh berbeda,” ungkapnya.

Sementara, salah satu warga Paciran, Murni mengatakan jika dirinya meresakan kelangkaan ikan laut. Terlebih harganya pun melonjak naik. “Ikan kerapu saja sangat sulit di pelelangan ikan. Adapun, harganya sangat mahal, Rp 105 per/kg. Biasanya hanya Rp 75 ribu per/kg,” ucapnya.

Saat ini, tambah dia, sebagian nelayan beralih berburu kerang lantaran mereka tidak berani melaut karena cuacanya sangat eksteim apalagi ombaknya yang sangat tinggi. “Itu harga di sekitar pantura, kalau didistribusikan ke pasar tengah kota, yang pasti harganya pun bertambah,” terang Murni.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date