Paslon Mahardika-Arif Gugat Hasil Pilwali Madiun ke MK

Madiun, koranmemo.com – Pasangan Calon (Paslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun, Harryadin Mahardika-Arif Rahman tak terima dengan hasil rekapitulasi suara Pilwali (pemilihan wali kota) Madiun 2018 yang dilakukan oleh KPU setempat.

Paslon nomor urut 2 yang kalah dalam kontestasi Pilkada 27 Juli 2018 kemarin, mengajukan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) pada 6 Juli lalu, pukul 17.50 WIB. Dilansir dari webside resmi MK, gugatan paslon ini terdaftar dalam register perkara Nomor APPP 4/1/PAN.MK/2018 dengan nama termohon KPU Kota Madiun.

Dimana dalam rekapitulasi hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU pada hari Rabu (4/7), paslon dari jalur perseorangan ini menempati posisi kedua dengan mendapatkan 35.352 suara. Sementara posisi pertama ditempati paslon Maidi-Inda Raya dengan mendapatkan 39.465 suara. Sedangkan paslon nomor urut 3, Yusuf Rohana-Bambang Wahyudi meraup 27.610 suara.

“Kita sudah mempersiapkan semuanya dan kita siap menghadapi gugatan,” kata Ketua KPU, Kota Madiun, Sasongko, Senin (9/7).

Komisioner KPU, Kota Madiun Bidang Hukum, Sukamto yang menyatakan siap menghadapi proses gugatan dari peserta Pilkada. Namun sampai dengan saat ini, pihaknya belum mengetahui seperti apa gugatan yang dilayangkan. Karena KPU belum menerima surat pemberitahuan secara resmi dari MK.

“Iya betul tanggal 6 kemarin (pengajuan gugatan yang dilayangkan paslon nomor urut 2 ke MK,red). Kita belum melangkah karena belum ada pemberitahuan secara resmi dari MK. Yang jelas kita harus siap. Kita harus mengikuti prosesnya,” ujarnya.

Tapi, sedikit banyak ia menerima informasi, jika gugatan yang dilayangkan menyangkut tentang permintaan pembatalan keputusan KPU nomor 44/PL.03.Kpt/3537/KPU-Kot/VII/2018 tentang penetapan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilwalkot. “Kalau pokok materi gugatan jelas meminta pembatalan SK penetapan rekapitulasi,” jelasnya.

Sukamto menjelaskan, apabila suratnya nanti telah diterima, maka KPU Kota Madiun akan menyiapkan alat bukti untuk memberikan klarifikasi soal gugatan hasil pleno penetapan. Sesuai dengan jadwal, materi gugatan yang dilayangkan Mahardika-Arif Rahman baru akan diregister pada tanggal 23 Juli 2018 mendatang.

“Karena materi gugatan itu baru diregister di MK tanggal 23 nanti. Setelah itu kita harus melangkah seperti apa, kita masih menunggu dari MK,” tandasnya.

Sayangnya, Harryadin Mahardika saat dikonfirmasi melalui sambungan telephone, tidak menjawab. Sementara Arif Rahman melalui aplikasi pesan Whatsapp justru meminta untuk konfirmasi langsung kepada Mahardika. “Langsung ke mas Mahardika saja mas,” katanya.

Reporter: M Adi Saputra/Juremi

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date