Pasca Terbakar, Bangunan di Eks Pasar Pon Dirobohkan

Trenggalek, koranmemo.com – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) membongkar paksa sejumlah bangunan di lahan Pasar Pon yang sebelumnya terbakar. Sebanyak enam bangunan yang dibongkar paksa itu adalah sebagian bangunan yang selamat dari lahapan si jago merah. Enam bangunan yang didominasi toko emas itu dibongkar paksa karena dinilai tidak mengindahkan peringatan yang sebelumnya telah dilayangkan.

Bangunan itu tersebar di sekitar Jalan RA Kartini dan di Panglima Soedirman. Satu persatu bangunan itu dirobohkan menggunakan sebuah alat berat. Pantauan di lokasi proses pembongkaran yang dimulai sejak pukul 08.30 WIB berjalan lancar. Tidak ada perlawanan dari enam pemilik toko yang masih berdiri kurang lebih hampir setahun pasca kebakaran Agustus tahun lalu.

“Sudah kami peringatkan, namun mereka tidak ada itikad baik untuk membongkar. Dengan terpaksa kami lakukan pembongkaran secara paksa setelah kami memberikan tenggat waktu. Ada enam toko,” kata Ulang Setyadi, Kasatpol PP Kabupaten Trenggalek di lokasi, Senin (17/6). Untuk pembongkaran itu, sedikitnya 50 personel penegak peraturan daerah diterjunkan, dibantu instansi lainnya.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek telah melayangkan surat pemberitahuan kepada pemilik bangunan yang dibongkar tersebut. Namun karena pertimbangan kemanusiaan, mereka masih diberikan toleransi hingga batas waktu yang ditentukan. Pantauan di lapangan, juga sudah terpasang papan peringatan untuk pengosongan kios tertanggal 21 Maret lalu.

“Kalau sampai hari ini belum ada pembongkaran itu resiko mereka. Jangan salahkan kami jika ada beberapa rusak karena terdampak alat berat. Pak Bupati juga sudah menegur melalui kami, baik Satpol PP maupun Dinas Komidag, namun mereka nampaknya agak bandel,” kata dia. Hal ini terlihat masih adanya evakuasi barang berharga di tengah proses pembongkaran.

Pembongkaran sisa eks bangunan Pasar Pon ditargetkan akan dilakukan secara bertahap. Selain bangunan toko emas, berdasarkan pemetaan pengembangan pembangunan Pasar Pon juga berimbas pada sejumlah bangunan lainnya, seperti Kantor BNNK Trenggalek dan Taman Kanak-kanak Adhiyaksa.

“Ada dua pengelolaan. Pasar Pon asetnya kami, Komidag. Kemudian rencana pengembangan yang nantinya mencangkup Kantor BNNK, TK dan lainnya, itu pengelolaan asetnya di Bakeuda. Tapi untuk pemindahannya seperti misalnya BNNK menunggu regrouping (penggabungan). Tapi khususnya pasar, kami targetkan hari ini rampung,” kata Yudi Sunarko, plt Kepala Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan (Komidag).

Sembari memastikan kesiapan lahan, nantinya Pemkab Trenggalek akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat untuk proses pembangunan pasar. Tahun ini dipastikan pembangunan pasar akan dimulai dan dilakukan secara multiyears atau dua kali penganggaran. Setidaknya Rp 90 miliar disiapkan untuk membangun pasar berkonsep green building atau gedung hijau.

“Tahun ini sudah ada pembangunan fisik konstruksi, ini masih tahap pembersihan lahan. Untuk anggaran Rp 90 miliar informasi yang kami terima sudah masuk di meja Presiden. Prinsipnya kita menunggu schedule pusat, kalau sudah ada kegiatan fisik, maka seluruh kantor (di area pengembangan, red) harus pindah,” kata plt Kadis Komidag.

Diakuinya soal konsep pembangunan pasar seluas 1,2 hektare itu mengalami perubahan dari sebelumnya yang telah divisualisasikan melalui gambar. Namun dia menyebut perubahan tersebut tidak terlalu signifikan. Ia menyebut jika revisi desain visualisasi sudah matang akan menyampaikan kepada publik.

“Untuk arsitektur masih finalisasi, tidak seperti di gambar. Masih banyak perubahan. Yang jelas untuk pasar nanti karena harus memenuhi syarat green building maka baik spesifikasi teknis, layout, dan penggunaan material harus ramah lingkungan. Kami pastikan lahan sudah clean and clear,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date