Pasca Telan Tumbal 3 Nyawa, Air Terjun Jurug Gue Ditutup

Trenggalek, koranmemo.com – Pasca menelan tumbal 3 Nyawa dalam satu keluarga pada Selasa (1/1), Perum Perhutani wilayah Kediri Selatan memasang papan larangan dan menutup lokasi Air Terjun Jurug Gue. Karangan ini dilakukan, pasalnya, acapkali lokasi tersebut dikunjungi warga sekitar baik sekedar memandi ataupun mencari ikan.

Andy Iswindarto, Wakil Administratur Perhutani Kediri Selatan mengatakan, Jurug Gue terletak di wilayah Petak 98 E RPH/BKPH Karangan Kabupaten Trenggalek, tepatnya di RT/RW 06 Dusun Dawuhan Desa Mlinjon Kecamatan Suruh Kabupaten Trenggalek. Kendati masuk dalam kawasan Perhutani, namun dia menegaskan Jurug Gue bukanlah objek wisata. “Lokasi belum dikelola atau dibuka sebagai objek wisata,” ujarnya saat ditemui koranmemo.com di kantornya, Rabu (2/1).

Kendati demikian, Andy tak menampik banyak warga sekitar yang sering mengunjungi lokasi kawasan air terjun kecil Jurug Gue. Biasanya masyarakat yang mengunjungi lokasi untuk mencari ikan ataupun mandi. Padahal, Andy menyebut telah terdapat beberapa larangan untuk tidak mandi di sekitar lokasi. “Saya sudah ke lokasi. Bersama Kasat Binmas memasang papan himbauan berhati-hati dan tidak mandi di sepanjang aliran sungai di sana, karena bebatuan licin,” kata Andy.

Jurug Gue untuk saat ini belum masuk kategori tempat wisata, lanjut Andy karena pertimbangan beberapa hal. Diantaranya adalah faktor sarana dan prasarana penunjang yang belum memadai, termasuk faktor keselamatan. “Sarana penunjang, sarana keselamatan belum memadai. Dulu ada wacana, cuma dikarenakan ada beberapa pertimbangan. Diantaranya adalah air sungai tidak ada sepanjang tahun. Jadi kemarau air tidak mengalir, sehingga kurang layak. Kemudian, lokasi berbahaya, kondisi batu tajam,” jelasnya.

Jika nantinya dimungkinkan Jurug Gue dijadikan tempat wisata perlu pembenahan di beberapa sektor. Utamanya sarana penunjang, termasuk akses menuju lokasi yang terbilang ekstrim. “Jika memang nanti dibuat objek wisata, kami harus buatkan jalan di atasnya. Tidak melewati aliran sungai karena berbahaya. Tapi sampai saat ini belum ada pengelolaan wisata,” pungkasnya sembari menyebutkan ditenggarai di lokasi ada jasa penitipan sepeda motor tanpa sepengetahuan RPH. Pasalnya sepeda motor tidak memungkinkan untuk mencapai lokasi Jurug Gue Trenggalek.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date