Pasca Petasan Balon Gas Meledak, 2 Peracik Dibekuk

Blitar, koranmemo.com – Pasca ledakan petasan balon gas maut berbahan campuran oksigen dan gas karbit yang menghancurkan musala Tarbiyatul Mubtadiien, di Dusun Jombor, RT 02 RW 03, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar , akhirnya dua peracik diamankan. Mereka adalah RR dan NJ warga setempat. Keduanya ditangkap Satreskim Polres Blitar setelah sempat kabur.

Kapolres Blitar AKBP Anissullah M Ridha SIK melalui Kasat Reskrim AKP Sodik mengatakan setelah dilakukan pengejaran akhirnya berhasil dibekuk.  “Dua peracik petasan saat ini sudah berhasil kita amankan” katanya, Jumat (7/6).

Dari keterangan polisi diketahui jika di lokasi kejadian, saat itu polisi mengamankan barang bukti berupa sisa cairan karbit, sisa kantong plastik yang gagal digunakan serta tabung gas oksigen.

Kedua pelaku mengaku sengaja meracik petasan balon gas berbahan karbit dan oksigen yang dikemas dalam kantong plastik tersebut karena tradisi setiap lebaran tiba. Namun, nahas saat disimpan, 30 kantong racikan petasan karbit tersebut meledak.

“Selain bangunan musala dan rumah, ledakan  tersebut juga melukai 2 anak kecil. Satu diantaranya menderita luka bakar hingga 65 persen dan hingga kini masih dalam perawatan medis,” ujarnya.

Kini kedua tersangka harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. ” Kita terapkan pasal 187 KUHP, tentang kejadian yang dapat menimbulkan kebakaran dan hilangnya nyawa orang lain dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara,” imbuhnya.

Dengan kejadian ini pihak Polres Blitar dan Pemerintah Kabupaten Blitar sepakat untuk Idul Fitri mendatang melarang jenis petasan apapun digunakan sebagai tradisi karena sangat membahayakan bagi orang lain. “Kalaupun itu sebagai tradisi  itu adalah tradisi yang salah karena membahayakan jiwa orang lain,” pungkasnya.

Seperti yang diberitakan, ledakan keras terjadi sekitar pukul 15.30 WIB, Selasa 4 Mei 2019 di sebuah pemondokan dan musala Tarbiyatul Mubtadiien, di Dusun Jombor, Desa Mandesan, Kecamatan Selopuro, Kabupaten Blitar. Akibat ledakan tersebut pemondokan hancur dan hanya menyisakan bangunan sekitar 50 persen, sedangkan kondisi musala mengalami sejumlah kerusakan pada bagian jendela dan atap. Sementara dua orang mengalami luka.

Reporter Arief juli prabowo

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date