Pasca Pemindahan Dokter RSUD Trenggalek, Mas Ipin : Rakyat Itu Majikanmu

Trenggalek, Koranmemo.com – Pelayanan buruk seorang dokter poli umum di RSUD Dokter Soedomo Trenggalek terhadap disabilitas dan pendampingnya pasca viral menyita perhatian banyak pihak. Tak hanya warganet yang menyesalkan kejadian tersebut, pelaksana tugas (plt) Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin juga menyayangkan adanya insiden yang berdampak pada citra rumah sakit plat merah di Kabupaten Trenggalek.

Mas Ipin, sapaan akrabnya menyebut pelayanan maksimal kepada masyarakat tidak bisa ditolerir. “Rakyat itu majikanmu. Sedih saya mendapati kabar seperti ini, tidak lama setelah kita menginisiasi musyawarah perencanaan pembangunan bagi kelompok rentan (Musrena Keren,red) karena cita-cita inklusivitas,” tulis Mas Ipin, dalam akun instagramnya, @avinml.

Mas Ipin mengaku telah mengetahui identitas oknum dokter yang diduga tidak ramah kepada disabilitas dalam memberikan pelayanan. Pihaknya meminta bidang pelayanan kesehatan dan manajemen rumah sakit untuk melakukan pendalaman dan klarifikasi, pasca viralnya postingan seorang pendamping disabilitas yang mengaku mendapatkan perlakuan tidak wajar.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek, lanjut Mas Ipin sangat terbuka dalam menerima kritikan dan masukan masyarakat, demi terciptanya pelayanan masyarakat yang lebih humanis. “Warga Trenggalek jika ada pelayanan yang kurang jelas atau perlu diperbaiki tolong kabari saya langsung melalui @bupatinggalek (Instagram,red), agar semua tidak main-main apalagi dalam hal pelayanan, terlebih kepada mereka yang rentan,” ujarnya.

Pelayanan prima menjadi syarat mutlak sebagai abdi masyarakat. Menurutnya seabrek penghargaan yang diraih akan percuma jika di mata masyarakat pelayanan yang diberikan dinilai masih buruk. Apalagi kini konsen menggalakkan partisipasi kaum perempuan, anak, penyandang disabilitas dan kelompok rentan dalam perumusan perencanaan pembangunan daerah melalui ‘Musrena Keren’ yang merupakan satu-satunya di Jawa Timur.

“Akan menjadi percuma kita mendapatkan banyak penghargaan tentang pelayanan publik apabila masih ada pelayanan yang buruk terhadap masyarakat. Tidak kewajiban anda untuk loyal kepada saya, patuh dan loyal-lah kepada cita-cita yang ingin kita wujudkan. Berikan pelayanan yang baik kepada masyarakat karena merekalah majikan kita,” tegas Mas Ipin.

Sebelumnya, seorang disabilitas beserta pendampingnya Taryaningsih mendapat perlakukan tak sewajarnya dari dokter poli umum ketika meminta surat keterangan (suket) sebagai pelampir lamaran pekerjaan, Sabtu (16/3). Dia kemudian mengunggah kekecewaannya pasca mendapatkan pelayanan buruk di media sosial facebook dengan akun Tarya Bundane Naeema.

Pasca viral dan mendapat ragam komentar warganet, pihak manajemen RSUD Dokter Soedomo Trenggalek mengambil tindakan dengan memindahkan oknum dokter tersebut ke bagian administrasi. “Dokter tersebut kami pindahkan ke administrasi dulu sambil kami proses,” kata Saeroni, Direktur RSUD Dokter Soedomo Trenggalek.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date