Pasca OTT di Jatim: KPK Tetapkan 3 Tersangka, Diduga Terkait Pengisian Jabatan di Kemenag

Kediri, koranmemo.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar konferensi pers di Jakarta, Sabtu (16/3). KPK menetapkan tiga orang dari 6 orang yang diamankan sebagai tersangka pasca giat Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Jawa Timur (Jatim), Jumat (15/3).

Konferensi pers dipimpin langsung oleh pimpinan KPK Laode Syarif bersama juru bicara KPK Febri Diansyah. Laode Syarif membicarakan kronologi giat OTT di Jawa Timur beberapa waktu lalu. Mereka mengamankan 6 orang yakni, MRY anggota DPR RI, HRS, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, MFQ, Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, ANY, asisten MRY, AHB, calon anggota DPRD Kabupaten Gresik dari PPP, dan S, (sopir MFQ dan AHB).

“Kegiatan yang kemarin itu, tim KPK mendapat informasi waktu pukul 07.00 WIB akan terjadi penyerahan uang dari MFQ ke MRY di Hotel Bumi Surabaya. Diduga penyerahan uang dari HRS kepada MRY melalui ANY terjadi pada Jumat kemarin. Setelah tim mendapatkan bukti adanya dugaan penyerahan uang pukul 07.35 WIB tim memgamankan MFQ dan sopirnya bersama AHB di hotel bumi Surabaya,” katanya.

Pada penangkapan itu, tim KPK mengamankan uang sejumlah Rp 17,7 juta. Setelah itu, tim KPK mengamankan ANY yang telah memegang sebuah tas kertas tangan dengan logo salah satu bank BUMN yang berisikan uang Rp 50 juta. Dari ANY juga diamankan uang Rp 70.200.000, sehingga total uang yang diamankan dari ANY sejumlah Rp 120.200.000.

“Setelah itu tim secara pararel mengamankan RMY disekitar kawasan hotel pukul 07.50 WIB. Sekitar pukul 08.40 WIB di tempat yang sama, tim juga mengamankan HRS dan uang sebanyak Rp 18,85 juta,” kata Laode Syarif.

Laode mengatakan, penangkapan itu merupakan rangkaian pemberian uang dari sebelumnya yang telah diintai oleh KPK. Hal itu berkaitan dengan pendaftaran lelang pejabat di Kemenag salah satunya pengisian kepala Kantor Kemenag di Kabupaten Gresik dan Kepala Wilayah Kemenag Jatim yang dibuka secara online.

“Selama proses seleksi ada beberapa nama yang masuk untuk pengisian tersebut, termasuk nama saudara HRS. Sedangkan MFQ mendaftar untuk posisi Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik.  Diduga ada komunikasi yang dilakukan antara MFQ dan HRS dengan ANY dan pihak – pihak yang lain,” katanya.

MFQ dan HRS diduga menghubungi MRY guna mengurus proses lulus seleksi jabatan di Kemenag. Pada 6 Februari diduga, HRS mendatangi rumah RMY guna menyerahkan uang Rp 250 juta kepada MRY terkait seleksi jabatan sesuai komitmen sebelumnya. “Pada pertengahan Februari, pihak Kemenag menerima informasi bahwa HRS tidak termasuk dalam 3 nama yang diusulkan ke Menteri Agama RI. HRS tidak lulus karena diduga pernah terkena hukuman disiplin sebelumnya. Pada saat itu diduga terjadi kerjasama antara pihak – pihak tertentu untuk meloloskan HRS dalam proses seleksi jabatan ini,” jelasnya.

Setelah itu, terjadi pertemuan lagi untuk penyerahan sejumlah uang karena HRS sudah dilantik sebagai Kepala Kanwil Kemenag RI. Saat ini, Laode mengatakan, KPK telah menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kasus tersebut.

“Setelah pemeriksaan tadi malam, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan dan menetapkan tiga orang sebagai tersangka dalam kesempatan ini. Pertama MRY anggota DPR periode 2018 sampai 2019 diduga sebagai penerima. Yang kedua adalah MFQ Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik, dan HRS Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jatim yang diduga sebagai pemberi,” jelasnya.

Reporter Zayyin Multazam

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date