Pasca Ditimpa Longsor, Jalur Bus Damri Mulai Beroperasi

Trenggalek, koranmemo.com – Jalur utama kendaraan Bus Damri yang menghubungkan Kabupaten Trenggalek-Tulungagung-Ponorogo, tepatnya di Desa Dompyong Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek sudah dapat dilalui pasca melumpuh akibat ditimpa tanah longsor, Minggu (17/2). Sebelumnya material longsor setinggi enam meter dengan panjang 15 meter menutup akses jalan tersebut sehingga lumpuh total pada Sabtu (16/2) sekitar pukul 22.15 WIB.

Triadi Admono, Kabag Protokol dan Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek mengatakan, material longsor itu menutup seluruh badan jalan poros Kecamatan Trenggalek menuju Kecamatan Bendungan. “Jalan itu juga merupakan jalur Bus Damri yang menghubungkan tiga daerah, Kabupaten Trenggalek-Tulungagung-Ponorogo,” ujarnya saat dikonfirmasi koranmemo.com, Minggu (17/2) sore.

Proses evakuasi material longsor, lanjut Triadi dilakukan pada Minggu (17/2) pagi. Selain personil BPBD, TNI-Polri serta dibantu masyarakat sekitar, evakuasi material longsor juga mengerahkan unit alat berat, ekskavator. Evakuasi berlangsung sejak pagi hingga pukul 11.00 WIB. Saat ini jalur tersebut sudah dapat dilalui kendaraan dengan sistem buka tutup.

“Tadi pukul 11.00 WIB sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup. Evakuasi sudah dilakukan sejak tadi pagi dengan melibatkan Basarnas, BPBD, TNI-Polri dan dibantu masyarakat sekitar. Saat ini sudah bisa dilalui dengan sistem buka tutup. Ini tinggal merapikan saja sisa-sisa material longsor,” katanya.

Longsor setinggi enam meter, lebar delapan meter dan panjang 15 meter itu diduga dipicu karena tingginya intensitas hujan yang mengguyur wilayah Kecamatan Bendungan Kabupaten Trenggalek. Beruntung pada saat kejadian tidak ada yang melintas sehingga tidak menimbulkan korban jiwa. Hanya saja, beberapa warung di sekitar lokasi terkena bongkahan tanah, namun tidak sampai menimbulkan kerusakan parah.

“Kami dapat memastikan tidak ada korban jiwa. Mungkin karena curah hujan yang tinggi, tebing yang menjulang itu longsor. Kami mengimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada, utamanya ketika terjadi hujan deras,” pungkasnya.

Data yang dihimpun dari Pusdalops BPBD Kabupaten Trenggalek, peristiwa hujan deras disertai angin kencang mengakibatkan sejumlah rumah warga di Desa Dawuhan serta Sukosari, Kecamatan Trenggalek, rusak tertimpa pohon. Selain itu angin kencang juga menumbangkan tiang listrik PLN. Hari ini sejumlah tim gabungan membantu warga dengan menyingkirkan material pohon yang menimpa rumah warga.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date