Pasca Diprotes Warga, Pengelolaan Perlintasan KA Diserahkan ke Pemkot Blitar

Blitar, koranmemo.com – Pasca diprotes warga terkait penutupan jalan perlintasan kereta api di Jalan Nias Kelurahan/Kecamatan Sananwetan Kota Blitar, PT KAI menyerahkan pengelolaan tempat itu ke pemerintah setempat. Hal itu setelah ada pertemuan antara perwakilan PT KAI dengan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Blitar, Senin (9/9) malam.

Manajer Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan PT KAI akan melepas palang perlintasan di Jalan Nias dan menyerahkan tanggung jawab jalur perlintasan kepada Pemkot Blitar.

Dengan demikian, lanjutnya, jalur itu akan dibuka kembali untuk mobil atau tidak, kewenangan di bawah pemerintah setempat. “Seperti di tempat lain Pemda bisa mengambil alih pengaman perlintasan atau swadaya warga,” katanya.

Ixfan menjelaskan pertimbangan PT KAI melepas palang perlintasan di Jalan Nias karena perlintasan itu masih satu pararel dengan perlintasan Jalan A Yani, Kota Blitar. Sesuai aturan satu petugas hanya menjaga satu palang perlintasan.

“SOP-nya seperti itu, satu petugas wewenangnya menjaga satu perlintasan. Petugas yang menjaga perlintasan secara pararel sudah berpotensi bahaya bagi perjalanan KA dan pengguna ketika kendaraanya bermasalah di perlintasan,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dishub Kota Blitar, Priyo Suhartono mengatakan,  perlengkapan pengamanan di perlintasan Jalan Nias akan dipasang oleh Dishub. Pihaknya meminta pelepasan palang pintu dan sirine peringatan di perlintasan Jalan Nias menunggu setelah Dishub memasang perlengkapan pengaman perlintasan di lokasi.

“Kami sudah minta ke PT KAI agar sirine peringatan di perlintasan jangan dilepas dulu sampai kami memasang pengaman baru di lokasi. Ini untuk keamanan perjalanan kereta api dan warga,” ujarnya, Selasa (10/9)

Ditambahkan, terkait penutupan perlintasan untuk akses mobil di jalan itu ke depan akan dibuka kembali. Dishub akan mengatur agar kendaraan roda empat bisa melintas secara bergantian.

“Untuk sementara beton yang membatasi akses mobil yang dipasang di lokasi kami biarkan dulu. Kalau alat pengaman dan rambu – rambu sudah dipasang, nanti akses untuk mobil kami buka kembali,” katanya.

Terpisah, Riyanto salah satu warga berharap perlintasan kereta api di lokasi tetap bisa diakses semua kendaraan baik roda dua dan roda empat. Pasalnya, penutupan perlintasan untuk akses mobil akan mempersulit aktivitas warga. “Misalkan ada peristiwa kebakaran, mobil pemadam akan kesulitan menuju ke lokasi kalau perlintasan ditutup untuk akses mobil,” katanya.

Reporter Zayyin multazam sukri

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date