Pasca Bom Surabaya, Gelar Operasi Perbatasan Jatim-Jateng

Ngawi, koranmemo.comKepolisian dan TNI menjaga ketat 11 gereja di wilayah Kabupaten Ngawi, Minggu (13/5). Tindakan itu dilakukan untuk mengantisipasi ledakan bom di rumah ibadah, pasca ledakan di sejumlah gereja di Surabaya. Bahkan juga dilakukan operasi penyekatan di wilayah perbatasan Jawa Timur (Jatim)-Jawa Tengah (Jateng) tepatnya di Kecamatan Mantingan.

“Di kota Ngawi ada 11 gereja yang selalu menggelar ibadah rutin. Untuk itu dilakukan pengamanan gereja selama 24 jam dengan melibatkan Kodim, Yon Armed. Dan kita juga operasi penyekatan di perbatasan,” kata Kapolres Ngawi AKBP MB. Pranatal Hutajulu.

Ada 70 personel gabungan, para petugas langsung menyasar kendaraan baik sepeda motor, mobil pribadi dan bus. Identitas para pengendara sepeda motor maupun pengemudi kendaraan serta penumpang bus dan bagasi kendaraan tidak luput dari pemeriksaan. “Operasi penyekatan yang kami lakukan sebagai respon cepat dari kejadian aksi bom di Kota Surabaya,” ungkapnya.

Pranatal Hutajulu mengimbau, kepada jemaat maupun masyarakat agar tidak menyebar foto-foto kejadian aksi keji bom bunuh diri. Apabila terjadi, akan menimbulkan ketakutan luar biasa di tengah  masyarakat itu sendiri.

“Sangat diharapkan jika mendapat foto-foto dari kejadian aksi terorisme maka jangan di share lagi kepada pihak lain. Dan apabila terjadi maka pelaku akan bangga terhadap aksinya itu,” tandasnya.

Reporter: Dika Abdillah/Juremi

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date