Pasca 52 Warga Ponorogo Eksodus: 42 Jiwa Jadi Santri di Malang, 16 Lainnya Masih Misteri

Ponorogo, koranmemo.com – Keberadaan puluhan warga dua dusun di Desa Watu Bonang Kecamatan Badegan Kabupaten Ponorogo Jawa Timur, yang menjual seluruh asetnya dan eksodus ke Malang lantaran doktrin kiamat terus menjadi misteri.

Pun, saat pihak Polres Batu Malang dan Polres Ponorogo mendatangi Pesantren ( PP) Miftahul Falahil Mubtadin yang berada di Dusun Pulosari Desa Sukosari Kecamatan Kesambon Kabupaten Malang, untuk mencari keberadaan Katimun (40) pendiri Padepokan Gunung Pengging Watu Bonang, juga tidak membuah kan hasil. Lantaran Katimun tidak berada di Pondok milik Muhamad Romli tersebut.

Dari informasi yang berhasil dihimpun dari 52 jiwa yang dilaporkan hilang dan eksodus ke Malang, hanya 42 jiwa saja yang terdaftar sebagai Jam’iyyah Pondok Pesantren Miftahul Falahil Mubtadin. Sedangkan 10 jiwa dari 7 Kepala Keluarga (KK) tidak diketahui keberadaanya.

Kondisi ini pun membuat, Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni gelisah. Bahkan, Bupati Ipong langsung meminta Polres Ponorogo untuk menulusuri keberadaan warganya tersebut.” Ini penyidik sudah kesana untuk memintai keterangan pak Katimun, tapi belum ketemu. Dugaan saya di pondok milik Muhamad Romli, soalnya pamitnya kesana,” ujarnya, Kamis (14/3).

Bupati Ipong pun mendesak Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cabang Jawa Timur (Jatim) dan Pemprov Jatim untuk turun tangan mungusut kasus ini. Hal ini untuk memperjelas ajaran Toriqoh Akmalaiyah Ash Solihiyah yang dianut oleh 52 warga Desa Watu Bonang ini.” Ini yang bisa mengambil sikap MUI Jatim dan Pemprov Jatim, apakah ajaran Toriqoh Akmaliyah Ash Solihiyah ini sesat atau tidak, karena kalau sesat warga kami yang ada di sana bisa kita tarik,” pungkasnya.

Reporter Zainul Rohman

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date