Pasar Unggas Disemprot Desinfektan

Mojokerto, Koran Memo – Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mojokerto melakukan penyemprotan disinfektan ke sejumlah pasar unggas, Kamis (31/3). Ini menyusul beredarnya isu penyakit flu burung yang sempat membuat resah pedagang ayam lantaran penjualnnya menurun hingga 50 persen. Upaya ini dilakukan sekaligus untuk mengantisipasi penyebaran virus H5N1.

Flu BurungPenyemprotan yang dipimpin Walikota Mojokerto Mas’ud Yunus kali ini menyasar Pasar Burung di Jl Empunala dan pasar ayam di Cakarayam Kelurahan Mentikan Kecamatan Prajurit Kulon. Setiap burung milik pedagang disemprot dengan desinfektan. Sangkar burung juga tak luput dari semprotan petugas. “Penyemprotan ini untuk mencegah flu burung di Kota Mojokerto mengingat beberapa daerah di Jawa Timur sudah ada yang kena flu burung,” kata Mas’ud kepada wartawan.

Mas’ud menyatakan, sampai saat ini kasus flu burung belum ditemukan di Kota Mojokerto. Namun, masyarakat dan pedagang ayam mulai resah dengan adanya temuan penyakit yang menyerang unggas itu di Banyuwangi dan Lamongan. Pasalnya, unggas yang beredar di Kota Mojokerto sebagian besar berasal dari daerah lain. “Maka dari itu kami lakukan penyemprotan ini untuk meningkatkan kepercayaan masyarakat agar tak khawatir dengan isu flu burung. Karena sampai saat ini Kota Mojokerto masih aman dari flu burung,” ujarnya.

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kota Mojokerto, Happy Dwi Prasetyawan menambahkan, pihaknya juga akan mengawasi lalu lintas pengiriman unggas ke wilayahnya bersama pihak kepolisian dan Dishub. Karena bukan tak mungkin virus H5N1 masuk melalui distribusi unggas. “Kewajiban dinas untuk memantau penyebaran flu burung di wilayahnya. Sama-sama menjaga wilayah jangan sampai meluas ke daerah lain. Nanti akan kelihatan asal penyebaran penyakit jika ada unggas yang masuk ke Kota Mojokerto yang sakit dan mati mendadak,” ungkap Happy.

Happy berjanji penyemprotan akan dilakukan secara berkala setiap 3 bulan sekali. “Setelah ini kami kontrol dan evaluasi. Penyemprotan secara berkala kami lakukan 3 bulan sekali,” pungkasnya. (ag)

Follow Untuk Berita Up to Date