Panwaslu Tegur Tiga Bapaslon Wali Kota Madiun

Madiun, koranmemo.com – Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun memberikan peringatan keras kepada tiga bakal pasangan calon (bapaslon) Wali Kota dan Wakil Wali Kota Madiun. Lantaran dinilai melanggar aturan. “Kami telah memberikan peringatan secara lesan maupun tertulis,” kata Ketua Panwaslu, Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, Jumat (2/2).

Bapaslon dari jalur independen, Harryadin Mahardika dan Arif Rahman. Lantaran keduanya hadir dan menjadi narasumber dalam acara pengenalan kampus yang diadakan di SMKN 3 Kota Madiun 28 Januari 2018.

Sesuai dengan aturan, jelas Kokok, sekolah tidak diperbolehkan dijadikan sebagai ajang kampanye. Hal itu sesuai dengan UU nomor 10/2016 tentang larangan kampanye dan peraturan KPU nomor 4/2017 yang melarang kegiatan politik praktis di lingkungan sekolah atau tempat ibadah.  “Baik Kapsek, panitia dan bakal paslon kita panggil, kita beri peringatkan dan teguran keras supaya  tidak mengulang,” tegasnya.

Selain itu, Panwas juga memperingatkan untuk tidak melakukan kampanye saat acara sholawatan maupun jalan sehat berhadiah mobil yang akan diadakan oleh tim Harryadin Mahardika-Arif Rahman. “Untuk sholawat, monggo kita beri lampu hijau. Tapi disitu dilarang sebagai ajang kampanye. Tetapi kalau jadi ajang kampanye, ya kami semprit,” jelasnya.

Sedangkan bapaslon Maidi-Inda Raya Ayu Miko Saputri mendapat teguran keras lantaran memasang baliho yang mempromosikan dirinya. Karena diketahui, Maidi merupaka Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masih aktif menjabat sebagai Sekda Kota Madiun.“Berdasar surat dari Menpan. ASN tidak boleh memasang baliho untuk meminta dukungan,” katanya.

Begitu pula dengan bapaslon Yusuf-Bambang, diberi peringatan untuk tidak menggunakan atribut partai saat acara di Lapangan Gulun beberapa waktu lalu.

Reporter:M. Adi Saputra/Juremi

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.