Panwaslu Desak KPU Pidanakan Petugas PPDP Gunakan Joki

Share this :

Madiun, koranmmo.com-Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kota Madiun mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat, untuk mencopot dan mempidanakan petugas Panitia Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) yang terindikasi kuat menggunakan joki saat melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih Pilkada 2018 di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman, Kota Madiun.

“Kami meminta KPU untuk memecat atau mengganti petugas PPDP itu. Sebenarnya kasus ini bisa disanksi pidana, tetapi itu ranahnya KPU,” kata Ketua Panwaslu Kota Madiun, Kokok Heru Purwoko, Rabu (7/2).

Pihak Panwaslu, juga meminta KPU untuk melakukan coklit ulang di wilayah yang diindikasikan didata oleh joki tersebut. Ini wajib dilakukan, karena jika tidak akan mempengaruhi data pemilih pada Pilkada mendatang.

Selain itu, menurutnya, KPU juga harus melakukan evaluasi kepada petugas PPDP lainnya yang tersebar di 27 kelurahan se-Kota Madiun. Agar hal ini tidak terulang kembali. “Tentu saja kita sangat menyayangkan kejadian ini,” jelasnya.

Menaggapi masalah ini, Komisioner KPU Kota Madiun, Wisnu Wardhana berjanji akan melakukan supervisi sekaligus monitoring terhadap temuan Panwaslu tersebut.

Saat ini menurutnya, KPU masih melakukan klarifikasi dengan Panitia Pemungutan Suara (PPS) maupun Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), untuk mencari kebenaran terkait dugaan joki PPDP di Kelurahan Josenan.

“Memang yang melakukan coklit itu seharusnya ya petugas PPDP. Kalau dalam perjalanannya dibantu oleh pak RT atau pemangku kepentingan di wilayah tersebut untuk kelancaran proses coklit, ya boleh saja. Tapi ya hanya sebatas koordinasi saja, kan legalisasi dan tandatangan tetap menjadi kewenangan petugas PPDP,” tuturnya.

Sesuai aturan, lanjut Wisnu, coklit dilakukan dengan mendatangi rumah-rumah warga yang memiliki hak pilih. Jika ada kekeliruan pada nama, alamat maupun nomor induk kependudukan (NIK) dapat segera diganti.

“Coklit berakhir pada 18 Februari mendatang. Kami imbau agar petugas PPDP dapat menyelesaikan tugasnya dengan baik,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, petugas PPDP diduga menggunakan orang lain atau joki saat melakukan coklit data pemilih Pilkada 2018 di Kelurahan Josenan, Kecamatan Taman.

Anggota Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Taman, Budi Santosa menyatakan ada tiga orang menjadi joki coklit di jalan Soekarno Hatta, Gang II, Kelurahan Josenan. Yaitu Moch. Bisri Ketua RT 03,  Soeparno Ketua RT 04 dan Tatik Dwiyanti.

Seharusnya, petugas PPDP yang diberi kewenangan melakukan coklit yakni Bambang Purwanto yang berstatus sebagai guru PNS di Pemda Ngawi.

Reporter: M. Adi Saputra/Juremi

Editor: Achmad Saichu

 

 

Facebook Comments
Follow Us

Leave a Reply

Be the First to Comment!

Notify of
avatar
wpDiscuz