Panwaskab Nilai Anggaran yang Tersedia Irasional

Nganjuk, koranmemo.com-Pemilihan Kepala Daerah secara serentak pada 2018 yang bersamaan antara Pilbup (pemilihan bupati) dan Pilgub (pemilihan gubernur) membuat fungsi pengawasan dituntut bekerja ekstra keras. Kendati demikian, Panwaskab Nganjuk menilai anggaran yang disedikan oleh daerah masih irasional (tidak rasional) karena banyaknya kegiatan yang harus dilakukan untuk memaksimalkan fungsi pengawasan.

Ketua Panwaskab Nganjuk, Abdul Sukur, membenarkan ketika dikonfirmasi perihal realisasi anggaran dari daerah yang masih jauh dari harapan. Menurutnya, nilai anggaran dari yang semula diajukan  Panwas sekitar Rp 10 miliar sudah rasional, tetapi ternyata realisasi tidak sesuai harapan, hanya sekitar Rp 5,6 miliar.

“Jadi anggaran yang disediakan untuk saat ini hanya sekitar Rp 5,6 miliar, dan kami nilai memang irasional. Terpaksa beberapa kegiatan yang kurang begitu penting harus kami tiadakan,” keluhnya, Selasa (19/12).

Disinggung mengenai kegiatan apa saja yang dinilai kurang penting dan harus ditiadakan tersebut, Sukur mencontohkan seperti kegiatan Bimtek yang harusnya dilakukan tiga kali, saat ini harus dikurangi karena anggaran yang tidak mencukupi. Apakah hal ini berpotensi membuat fungsi pengawasan dari Panwaskab kurang maksimal saat Pilkada ?

Sukur mengatakan pihak Panwaskab dalam hal ini akan berupaya agar fungsi pengawasan tetap dilakukan sebaik mungkin. “Tetap kami akan melakukan fungsi pengawasan semaksimal mungkin,” tegasnya.

Sukur menyampaikan dalam waktu dekat akan melaunching “giat santri mengawasi” yang bekerjasama dengan Pondok Pesantren (Ponpes). Panwas juga akan mendirikan wadah Saka Adiasta Pemilukada yang bekerjasama dengan Pramuka Kwartir Cabang Nganjuk, yang sebelumnya akan launching dari pusat. Hal ini bertujuan memaksimalkan fungsi pengawasan supaya tercipta Pilkada yang benar-benar berkualitas.

“Tentu kegiatan seperti ini membutuhkan anggaran besar. Karena ketersediaan anggaran dari daerah saat ini kami nilai irasional, maka kami akan mencoba meminta bantuan dari APBN agar tercukupi,” jelasnya.

Reporter: Andik Sukaca

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.