Pantau Harga Ikan, Disperindak Provinsi Jatim Turun Gunung

Lamongan, koranmemo.comSetelah terpuruk, harga ikan tambak di Lamongan Jawa Timur kini mulai merangkak naik, meski hanya rata – rata Rp 1.000 untuk semua jenis ikan.

Sebelumnya, memasuki hari ketiga Idul Fitri 1440 H  harga semua jenis ikan tambak selain mujaer merosot tajam. Bahkan banyak petambak yang terpaksa membawa kembali ikannya lantaran harganya hancur.

Pengaruh anjloknya harga ikan budidaya di Pasar Ikan Lamongan ini karena tidak banyak tengkulak yang bertransaksi.

Selain musim panen raya, karena petambak segera beralih tanam padi diawal musim kemarau 2019 ini. Pasokan ikan menumpuk karena petambak banyak yang memanen dengan harapan mendapatkan berkah di hari ketiga Idul Fitri.

Hari ini, naiknya harga ikan  dipengaruhi semakin banyaknya pembeli dan tengkulak yang mulai melakukan transaksi di Pasar Ikan Lamongan.

“Minggu kemarin  memang turun, kalau  sekarang sudah merangkak naik,” kata Kepala Disperindag Lamongan, M Zamroni saat sidak bersama Dinas Provinsi Jatim di Pasar Ikan Lamongan, Rabu (12/6).

Dikatakan, Kepala Disperindag Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan  turun untuk mengecek harga bandeng di Lamongan, setelah adanya petambak asal Gresik yang kirim WA ke Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang menyampaikan keluhannya soal harga ikan yang jatuh.

Yang jelas, harga ikan sampai dengan saat ini bervariatif tergantung ukurannya, terutama bandeng. Saat ini ada yang harga Rp 5 ribu per kilogram dengan ukuran per kilogram 15 ekor,  ada Rp  8 ribu  untuk 7 ekor per kilogram dan ada yang  Rp 15 ribu  berisi 5 sampai  6 ekor ikan bandeng dan Rp 30 ribu untuk isi 2  ekor bandeng per kilogram.

Diakui, adanya penurunan harga bandeng khususnya yang dari Lamongan,  karena melimpahnya ikan bandeng yang di panen karena petambak  segera beralih tanam padi memasuki musim kemarau ini. Yang jelas, kata Zamroni, Disperindag Lamongan akan memantau terus harga yang ada di Pasar Ikan.”Terutama distribusi ke pabrik – pabrik di luar Lamongan,” katanya.

Sementara, Kadisperindag Jatim, Drajat Irawan di UPT Pasar Ikan minta ke Pemkab untuk terus mantau perkembangan harga dan kerjasama dengan dinas perikanan khusunya penanganan panen,  distribusi ke beberapa tempat, baik Jakarta Bandung dan Sidoharjo atau Bali terus dipantau.

Pada  Dinas Perikanan, pihaknya berharap agar melakukan pendekatan, agar para petambak  tidak melakukan panen secara massal.
Sementara kenyataan di lapangan, para petambak kini hampir mayoritas panen ikan, karena memburu untuk beralih tanam padi. Para petambak berspekulasi memanen ikan seminggu sebelum Idul Fitri hingga pasca Idul Fitri dengan harapan harga tinggi.

Reporter Fariz Fahyu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date