Panlih Sosialisasikan Tahapan Pengisian Jabatan Wabup Trenggalek

Trenggalek, koranmemo.comTahapan proses pengisian jabatan Wakil Bupati (Wabup) Trenggalek terus bergulir. Pasca pembentukan panlih pada 13 Juni lalu, kalangan legislatif mulai mensosialisasikan mekanisme yang harus dilalui partai politik (parpol) pengusung pasangan Emil Elestianto Dardak-Mochamad Nur Arifin di Pilkada tahun 2015 lalu. Sosialisasi berlangsung di aula Kantor DPRD Trenggalek, Kamis (20/6).

Sosialisasi itu menjadi tahapan yang harus dilalui panlih sebelum proses pemungutan suara atau pencoblosan yang ditargetkan bakal berlangsung pada 14 Agustus mendatang. Pasca pemaparan mekanisme tahapan pengisian, parpol pengusung harus menyodorkan dua nama calon pendamping Mas Ipin sapaan akrab Bupati Trenggalek sebelum dipilih melalui mekanisme pencoblosan.

“Jadi nanti bakal dipilih langsung oleh 43 anggota DPRD Trenggalek, yang memiliki hak suara. Nanti pemilihan secara langsung, pencoblosan,” kata Wakil Panlih Agus Cahyono saat dikonfirmasi usai sosialisasi. Selain parpol pengusung maupun pendukung serta parpol lainnya, sosialisasi itu juga menghadirkan sejumlah perwakilan masyarakat dan isntansi terkait lainnya.

Sesuai mekanisme yang telah disepakati, batas terakhir pengajuan nama dua calon wakil bupati Trenggalek berlangsung pada 25 Juni hingga 15 Juli.  Setelah itu, panlih bakal memverifikasi sejumlah persyaratan yang nantinya akan dilakukan penetapan calon pada 7 Agustus mendatang. Kemudian, mereka akan memaparkan pandangan visi misinya melalui rapat paripurna sehari pasca penetapan.

“Pasca pendaftaran, kami akan melakukan penelitian syarat administrasi dan analisis syarat dukung calon pada 16 Juli sampai 24 Juli. Setelah kami lakukan verifikasi, ada perbaikan syarat calon dan syarat pencalonan pada 29 Juli sampai 6 Agustus. Sesuai mekanisme, kami mempunyai waktu selama 45 hari pasca pembentukan panlih,” ujarnya.

Jika dalam tenggat waktu yang ditentukan tidak ada nama yang diajukan kepada panlih, maka secara otomatis panlih bakal mengakhiri masa kerjanya yang nantinya bakal disampaikan dalam rapat paripurna. Nantinya kalangan legislatif bakal membentuk panlih jika tenggat waktu sisa masa jabatan kepala daerah periode 2016-2021 kurang dari 18 bulan.

“Karena, biasanya yang membutuhkan waktu agak lama itu justru ketika penentuan nama calon oleh parpol pengusung. Bayangkan, lima parpol pengusung harus mengajukan dua nama dengan batas waktu yang sudah ditentukan. Kalau (kemungkinan, red) tidak ada pengajuan nama hingga kurang dari 18 bulan, bukan tidak mungkin nanti bisa bupati tanpa wakil hingga akhir masa jabatan,” jelasnya.

Namun dia meyakini pengisian jabatan wakil bupati bakal terlaksana pada 14 Agustus mendatang. Terdapat juklak juknis pengisian jabatan termasuk adanya kemungkinan alotnya pembahasan pengajuan oleh parpol pengusung hingga batasan waktu yang telah ditentukan. Pasangan Emil-Ipin diusung oleh Parpol PDIP, Demokrat, Golkar, Gerindra dan PAN.

“Termasuk nanti saat pemilihan jika nilainya sama, maka akan diulang hingga tiga kali. Jika masih sama, dalam tatib disebutkan ada konversi suara para pemilih dalam pemilu lalu. Tapi saya kira tidak mungkin, karena siapa yang dipilih oleh anggota dewan ya tidak ada yang tahu, apalagi jumlahnya 43 anggota,” pungkasnya. (adv/DPRD Trenggalek)

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date