Panen Sawi Daging Berkurang 50 Persen

Batu, koranmemo.com – Intensitas hujan yang tinggi sejak akhir tahun 2017 hingga bulan Januari 2018 ini berdampak pada hasil produksi sawi daging di Kota Batu. Petani sayur mengeluhkan sudah sejak bulan Desember 2017 dan panen pada Januari 2018 ini hasilnya berkurang drastis hingga 50 persen.

Nursholeh, salah satu petani asal Desa Santrean, Kecamatan Batu mengatakan, hujan dengan intensitas tinggi ini menyebabkan banyak hama dan penyakit menyerang sayuran. Bahkan, sebagian ada  yang gagal panen. Paling tidak kualitas sayurnya jadi  jelek dan rusak. Padahal pengobatan juga sudah dilakukan dengan teratur dan maksimal. “Banyak hasil panen yang rusak akibat hama ulat sayur. Imbasnya, pengiriman sayur ke pedagang pun berkurang. Banyak yang rusak, jadi stoknya sedikit,” ujarnya.

Dengan stok yang sedikit, tentunya mempengaruhi jumlah yang diberikan ke tengkulak. Biasanya bisa sampai 1 ton sekali panen, namun saat ini hanya mendapat setengahnya saja. Ia juga memperkirakan, kalau harga sayuran ini akan naik selama musim hujan. “Itu pun sudah kami pilah-pilah jika ada yang jelek kualitasnya. Pastinya akan berdampak pula pada harga sayuran di pasaran,” ungkapnya.

Sementara, Salim, pedagang sayur di Pasar Besar Kota Batu mengatakan kenaikan harga ini dirasa sejak awal bulan Desember lalu. Penyebabnya adalah instensitas hujan yang cukup tinggi terjadi di Kota Batu. Padahal, jelang hari Natal 2017 dan tahun baru 2018 biasanya banyak permintaan dari konsumen namun stok sedikit dan harga melambung. “Dari petani mendapat stok sedikit, harganya pun juga tergolong mahal,” pungkasnya.

Reporter: Yudha Kriswanto

Editor: Achmad Saichu
Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.