Pamit Mandi, Napi Lapas II Blitar Ditemukan Tewas

Blitar, koranmemo.com – Bambang Suharto (44) narapidana asal Sananwetan Kota Blitar ditemukan tewas di di kamar mandi kamar 13 blok 2C Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar sekitar pukul 01.30 WIB, Rabu (14/8). Napi kasus pencurian dengan pemberatan itu tewas saat mandi, di bagian tubuhnya masih ditemukan busa sabun mandi.

Kepala Keamanan Lapas Kelas II B Blitar, Bambang Setyawan mengatakan, sebelum ditemukan tewas korban terbangun dari tidur sekitar pukul 01.20 WIB. Korban sempat menanyakan pukul berapa saat itu ke petugas lapas selanjutnya berpamitan untuk mandi. Tidak berselang lama, teman satu sel korban melihat korban sudah tidak sadarkan diri di dalam kamar mandi.

“Korban punya kebiasaan mandi dini hari. Saat ditemukan posisi korban tertelungkup dan masih telanjang di lantai kamar mandi, tubuh korban masih terdapat busa sabun,” katanya.

Melihat itu, petugas lapas langsung melaporkan ke tim medis Lapas kelas II B Blitar. Setelah dilakukan pengecekan, korban sudah dalam kondisi meninggal dunia. Kasus tersebut langsung dilaporkan ke Polres Blitar Kota, Polisi sudah mengevakuasi mayat korban ke RSUD Mardi Waluyo untuk divisum.

“Selama ini riwayat korban punya penyakit ambien dan darah tinggi. Kasusnya sudah kami laporkan ke polisi,” jelas Bambang.

Lebih lanjut, korban merupakan Napi kasus pencurian dengan pemberatan. Korban dihukum penjara selama tiga tahun 10 bulan. Korban sudah menjalani hukuman selama satu tahun delapan bulan di lapas kelas IIB Blitar. “Korban ini juga pernah dipenjara di lapas Muara Kapuas. Kasusnya sama pencurian dengan pemberatan. Korban juga pernah melarikan diri saat dipenjara di lapas Muara Kapuas,” terang Bambang.

Sementara itu, Kapolsek Kepanjenkidul, Kompol Agus Fauzi mengatakan, polisi sudah mengevakuasi jenazah korban ke RSUD Mardi Waluyo, Kota Blitar. Dari hasil visum tidak ditemukan tanda – tanda kekerasan pada tubuh korban. “Kami sudah melakukan olah TKP di lokasi. Jenazahnya juga sudah kami visum dan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan,” katanya.

Reporter Zayyin Multazam
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date