Pakan Ternak Picu Cacing Hati

Kediri, koranmemo.com – Tim pemeriksaan daging hewan pasca sembelih (post mortem) Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri, selama proses penyembelihan hewan kurban masih menemukan bagian hati hewan kurban yang mengandung cacing hati. Cacing hati ini, bisa muncul saat pemberian pakan oleh peternak selama masa pertumbuhan.

Menurut Kabid Peternakan Peternakan dan Kesehatan Hewan DKPP Kota Kediri, Ali Mansur, pemberian pakan ternak sebagian besar adalah rumput liar yang diambil peternak dari lahan terbuka atau tanah lapang. Pakan ternak seperti ini, kemungkinan terdapat telur cacing yang bisa masuk ke tubuh hewan saat proses pemberian pakan.

Telur cacing masih bisa bertahan hidup meskipun di dalam organ pencernaan hewan bahkan bisa menetas di dalam tubuh hewan. “Kemungkinannya seperti itu, jadi pemberian pakan harus diperhatikan. Selain kebersihan pakan, kebersihan kandang juga harus diperhatikan. Karena telur yang ke luar dari tubuh sapi, bisa masuk jika kandang tidak rutin dibersihkan,” ujarnya, Rabu (14/8).

Untuk mencegah pertumbuhan cacing pada tubuh hewan, lanjutnya, peternak juga harus memberikan obat cacing secara berkala. Paling tidak, dalam kurun waktu enam bulan sekali, peternak memberikan obat cacing sehingga cacing yang ada di dalam tubuh hewan bisa mati. Jika peternak jarang memberikan obat cacing, maka kemungkinan besar hewan ternak bisa terjangkit cacing hati.

Selain itu, peternak bisa menambahkan suplemen atau vitamin untuk menjaga kondisi hewan supaya tetap bugar. Pemberian vitamin bisa dicampurkan ke dalam pakan atau minum yang diberikan, dengan demikian hewan tetap sehat dan tidak mudah terserang penyakit. “Ini untuk tambahan, kalau yang paling penting memang pemberian obat cacing. Memang tidak bisa terlihat sebelum disembelih, karena cacing hidup di hati hewan,” tuturnya.

Ali mengatakan, sebelumnya tim pemeriksaan daging hewan pasca sembelih sementara menemukan cacing hati di dua titik penyembelihan hewan kurban di wilayah Kecamatan Pesantren. Untuk tempat penyembelihan di sekolah, tim pemeriksaan belum menemukan cacing hati, rata-rata temuan berada di tempat ibadah atau perkantoran.

Ali menjelaskan, untuk jumlah total temuan cacing hati, tim pemeriksaan masih melakukan pendataan. Karena, masih ada proses penyembelihan hewan kurban di beberapa titik lainnya sehingga data dari tim masih belum terkumpul. “Kalau dibandingkan dengan tahun lalu, kami memperkirakan jumlah temuan meningkat, tapi peningkatan tidak banyak. Jadi, para peternak harus lebih memperhatikan perawatan hewan ternak untuk mencegah hewan terkena cacing hati,” imbuhnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date