Pagelaran Tari Kolosal Hari Jadi Kabupaten Kediri, Pukau Ribuan Pengunjung

Kediri, koranmemo.com  – Ohm Awignam Astu.

Swasti Caka Warsatita 726 Caitra Massa Tithi Ekadasi Sukaplaksa Wara Ha-Wa-So. Tatkala Sang Bhagawantha Bhari I Culanggi Sumaksyakan Simaniran Mula Dawuhan Gawannira Kali I Harinjing.  Tatkala Ajna Sri Maharaja Rake Dyah Tulodhong Kumonakan Sasana Sang Dewata Lumah I Kwak.

Kapagehakna Ni Wka Bhagawanta Bhari Magawai Kali I Harinjing Ikanang Tan Kolahala, Deni Patih Wahuta, Rama, Mwang  Tan Katamana Dening Saprkara Ni Mangilala Dwara Haji.Mangkana Pinsor Ajna Haji, Kinonaken, Gathuhaka, Tan Kola Hulah Hatka Dlaha Ring Dlaha.

(Selamat Tahun Baru Saka 726 tanggal 25 Maret tahun 804  Masehi. Ketika Bhagawantha Bhari Di Culanggi mengundang hadirin untuk  menjadi saksi Desa perdikan yang diperoleh karena membuat tanggul kali Harinjing. Tatkala Paduka Sri Maharaja Rakai Layang  Dyah Tulodhong memberikan perintah berdasar titah raja Dewata yang didharmakan di Kwak.

Memperkokoh keputusan ini untuk anak cucu Bhagawantha Bhari yang membuat tanggul aga tidak diganggu gugat oleh siapapun sekalipun itu pejabat,perangkat desa,wahuta dan sesepuh desa dan tidak dikenakan segala  macam iuran dan pajak.

Demikianlah perintah sang raja yang diturunkan agar tetap dipatuhi,tetap kokoh dan dipatuhi selamanya. Jika hal ini dilanggar musibah dan petaka akan datang bertubi-tubi.

Inilah bagian yang disampaikan sang Medukur atau sesepuh desa dihadapan kawula tentang titah sang raja. Dari adegan demi adegan yang ditampilkan oleh ribuan pelajar ini menggambarkan cerita dan legenda Kabupaten Kediri.
Pertunjukkan tari kolosal dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Kediri ke 1215 dihadiri Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno, Wakil Bupati Kediri Drs. H.Maskuri, Danrem 082 Mojokerto, H.Sulkani Ketua DPRD Kabupaten Kediri, jajaran Forkompimda Kabupaten Kediri, seluruh kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD), Kabag, Camat dan sejumlah tamu undangan.

Yang pertama persembahan tari Hastungkara yang merupakan kumunikasi yang dilakukan orang yang hidup di Jawa sebagai bentuk permohonan dan pasrah akan kodrat yang akan terjadi. Sehingga berwujud dalam tema Nyawiji Hanyengkuyung Kadiri Hanggayuh Mukti. Tampilan tari Topeng Panji Gagahan Alus.

Berlanjut ke Fragmen Tari Panji Laras dengan koreografer dan penata musik guru-guru musyawarah bidang studi budaya se Kabupaten Kediri. Fragmen tari ini menggambarkan Panji Laras terhadap ayam kesayanganya. Paduan dan tatanan kustum, gerak tari dengan musik membuat tamu undangan terpukau.

Selanjutnya tari sarinjing yang dillhami oleh wadah yang terbuat dari bambu yang dibuat rinjing. Ribuan anak SD menyuguhkan tarian yang berasal dari tradisi di Kabupaten Kediri yang sudah ada. Drama Tari Harinjing bercerita asal usul sungai Harinjing. Karena saat itu tidak ada air di musim kemarau. Maka sang Bhagawanta Bhari mengajak warga untuk berdoa dan sumendhe ke Yang Maha Kuasa. Hingga Bhagahawanta Bhari bisa membuat sungai yang airnya melimpah.

Sementara Bupati Kediri dr Hj Haryanti Sutrisno dalam sambutan saat upacara di halaman belakang Pemkab Kediri ataupun  sesudah pagelaran kolosal ini mengajak warga Kabupaten Kediri bersemangat membangun Kabupaten Kediri lebih maju dan memiliki semangat untuk mandiri.

“Mari kita bersama-sama membangun Kabupaten Kediri lebih baik, tentrem, tinoto dan yang utama adalah Nyawiji Hanyenkuyung Kadiri Hanggayuh Mukti. Karenanya mari kita kerja keras memperkokoh kesatuan dan damai terlebih saat ini menjelang pemilihan umum agar Kabupaten Kediri tetap kondusif,” ujarnya.

Reporter Bakti Wijayanto

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date