Pacitan KLB Hepatitis, Dinkes Trenggalek Fokus di 3 Wilayah Perbatasan

Trenggalek, Koranmemo.com – Sebanyak 490 warga pernah terjangkit hepatitis berdasarkan akumulasi pasien yang pernah rawat inap di rumah sakit maupun puskesmas, dalam satu semester sepanjang tahun 2019. Untuk menekan jumlah pasien yang cenderung meningkat setiap tahunnya, Pemkab Trenggalek tengah mengupayakan memutus rantai persebaran hepatitis.

Selain melakukan penyuluhan hingga kaporisasi ke rumah warga, pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi langkah solutif yang bisa dilakukan warga menunjang program pemerintah. “Misalnya tidak buang air besar sembarangan, kemudian cuci tangan sebelum makan dan lain sebagainya,” kata Sutikno, Sekdin Dinas Kesehatan (Dinkes) Trenggalek, Rabu (2/7).Dinkes Trenggalek kini masih fokus di tiga kecamatan yang berdekatan dengan Kabupaten Pacitan, yang sebelumnya ditetapkan KLB karena banyaknya penderita hepatitis. Diantaranya adalah Kecamatan Pule, Panggul dan Dongko. “Tapi jangan di blow sumbernya dari Pacitan. Kita masih melakukan penyelidikan epidemiologi bersama tim dari provinsi,” kata Sutikno.

Hingga saat ini sebanyak enam pasien masih menjalani perawatan di empat puskesmas, satu pasien di Puskesmas Panggul, Puskesmas Bodag, Puskesmas Dongko dan tiga diantaranya di Puskesmas Pule. “Data kemarin sore sekitar pukul 15.30 WIB ada enam warga yang masih dirawat, berangsur-angsur mulai sembuh. Kalau dalam satu semester, di puskesmas mulai Januari hingga 2 Juli ada 156 orang. Hepatitis A saja,” pungkasnya.

Sebanyak 156 warga Trenggalek yang pernah terjangkit hepatitis A itu belum termasuk ratusan pasien yang menjalani perawatan akibat penyakit hepatitis. Setidaknya dalam satu semester RSUD Soedomo Trenggalek merawat sebanyak 334 pasien. “Itu akumulasi seluruh pasien hepatitis dalam satu semester. Juni ini ada 31 penderita, namun jumlah itu belum diklasifikasi, karena hepatitis kategorinya banyak,” ujar Sudjiono Humas RSUD Trenggalek.

Hingga saat ini rumah sakit plat merah itu merawat empat pasien hepatitis A. Padahal sebelumnya sebanyak tiga pasien sudah diperbolehkan pulang pasca terjangkit hepatitis A. “Kalau yang saat ini ada empat, hepatitis A semua. Yang dua pasien sudah menjalani perawatan sejak Juni dan sisanya kemarin, sampai sekarang ada empat itu, tapi sudah mulai membaik,” pungkasnya.

Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin mengatakan, Pemkab Trenggalek tengah mengupayakan untuk memutus persebaran rantai hepatitis. Namun ia meminta keterlibatan semua pihak termasuk masyarakat karena memiliki andil besar. “Tentunya dengan pola lingkungan bersih dan sehat (PHBS). Kemudian lebih waspada jika pergi ke suatu tempat, dan lain sebagainya,” jelasnya.

Langkah ini dilakukan mengingat ada rentan waktu tertentu penderita hepatitis A dinyatakan sembuh total. Jeda waktu itu, penderita hepatitis harus mendapatkan perhatian khusus tentang penggunaan perlengkapan pribadi agar tidak menular. “Misalnya melalui alat makan dan lain sebagainya. Jika sudah ada yang terkena kita pastikan sembuh total agar tidak menular,” kata Mas Ipin sapaan akrabnya.

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date