Pabrik Jamu Ilegal Mampu Produksi Ribuan Botol

Sidoarjo, koranmemo.com – Gudang sekaligus tempat produksi jamu herbal tradisional yang telah digerebek BPOM (Balai Pengawas Obat dan Makanan) Jawa Timur ternyata mampu memproduksi ribuan botol jamu dalam seminggu.

“Dalam seminggu biasanya memproduksi dua atau tiga kali. Sekitar700 sampai 1.500 botol dalam seminggu,” ucap salah satu pegawai saat di lokasi, Jumat (23/3/2018)

Menurutnya, jamu jenis pegal linu paling banyak diminati. Untuk jenis jamu pelangsing, kolesterol, batuk dan sebagainya, jumlah produksinya sedikit

Sementara itu, petugas BPOM (Balai Pengawas Obat dan Makanan) Jawa Timur kembali mendatangi pabrik jamu cair ilegal di Desa Singopadu, Kecamatan Tulangan, Sidoarjo, pada Jumat (23/3/2018) siang.

Kali ini, petugas BPOM yang didampingi petugas dari Polresta Sidoarjo memintai keterangan para pegawai pabrik tersebut, paska penggerebekan yang dilakukan, Kamis (22/3/2018) malam.

Kabid Pemeriksaan dan Penyidikan BPOM Jatim, Retno Kurpaningsih mengungkapkan pihaknya akan mendalami proses pembuatan jamu tersebut.

Dikatakan, dari hasil penyelidikan para membuat jamu cair itu mengoplos beberapa cairan bahan baku jamu dengan air dan diduga kuat menggunakan bahan kimia obat (BKO) yang seharusnya tidak boleh dipakai untuk obat herbal tradisional.

Lebih jauh Retno menjelaskan, pihaknya akan lakukan uji laboratorium terkait kandungannya. Karena diketahui beberapa konsumen mengalami perut buncit hingga muka bengkak usai mengkonsumsi jamu herbal ini.

Sementara itu, Satreskrim Polresta Sidoarjo ketika ditanya perihal penggerebekan ini mengungkapkan hanya sebagi pendamping petugas BPOM. Bukan sebagai pihak yang melakukan penyelidikan atas perkara tersebut. “Kami hanya diminta untuk mendampingi saja. Semua ditangani BPOM,” jawab Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris.

Dari informasi yang didapat dari salah satu pekerja, metode pembuatan jamu yang sudah beredar selama tiga tahun lamanya ini adalah mencampur atau mengoplos 20 liter bahan baku jamu cair dengan air hasil sulingan.

“Bahan sebanyak itu bisa jadi 30 botol,” cetus salah satu pekerja.

Setelah diperiksa satu persatu, semua bahan baku dan jamu hasil produksi pabrik tanpa izin produksi dan tanpa izin edar itu semuanya dinaikkan ke atas truk untuk dibawa ke BPOM Surabaya.

Terhitung ada 438 jirigen bahanbaku jamu cair dan 285 liter jamu siap edar yang disita petugas.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date