Oknum Guru SD Diduga Cabuli Murid

Jombang, koranmemo.com –  Seorang oknum Guru SD berstatus PNS (Pegawai Negeri Sipil), berinisial Sa (54), warga Kecamatan Ngoro dilaporkan ke Unit PPA (Pelayanan Perempuan dan Anak) Sat Reskrim Polres Jombang beberapa waktu yang lalu. Ini setelah Sa diduga mencabuli Bunga (13), bukan nama sebenarnya yang tak lain siswinya sendiri. Modusnya Sa memberikan les privat kepada korban.

Sebelumnya, pihak keluarga juga telah berupaya mengadukan ulah tak pantas sang guru ke Pemerintah Kabupaten Jombang. Hanya, belakangan diketahui jika Sa hanya terkena sanksi mutasi ke salah satu SD di Kecamatan Mojoagung saja.

Berdasar info yang dihimpun, Bunga digagahi oknum gurunya itu sudah tiga kali. Perbuatan tersebut dilakukan saat korban masih duduk di bangku kelas VI SD. Dalam menjalankan aksinya, pria yang diketahui memiliki istri di luar pulau tersebut berdalih memberikan les tambahan kepada korban. ”Kasus ini sudah dilaporkan ke polres. Pelaku sudah dimutasi ke sekolah lain, tapi keluarga tidak terima,” ujar sumber yang enggan namanya disebutkan.

Sebelum kejadian, pelaku mendatangi rumah korban untuk meminta izin orang tuanya agar Bunga diperbolehkan ikut lomba cerdas cermat. Untuk itu, korban diminta menginap selama beberapa hari di rumah pelaku untuk les tambahan persiapan lomba cerdas cermat. Dengan alasan yang meyakinkan, orang tua Bunga tidak curiga, akhirnya mengizinkan begitu saja sang putri belajar di rumah pelaku.

Hari pertama tinggal serumah dengan pelaku, Bunga sudah diperlakukan tidak wajar. Pelaku berupaya terus merayu korbannya agar mau disetubuhi. Sayang, meski pelaku sempat memancing dengan melakukan tindakan cabul kepada korban, permintaan itu ditolak korban.

Tidak mau menyerah, di hari kedua tinggal bersama pelaku terus merayu korban untuk diajak melakukan hubungan suami istri. Namun, lagi-lagi ajakan pelaku ditolak oleh korban. Nahas, tepat di hari ketiga, korban menjadi pelampiasan nafsu biadab gurunya tersebut. Puas melampiaskan nafsunya, pelaku masih nekat mengurung korban di dalam rumah. Baru di hari keempat, korban berhasil melarikan diri.

Petaka yang dialami korban terus berlanjut. Saat itu Bunga mengunjungi salah satu tempat hiburan. Melihat korbannya lengah, pelaku memanfaatkan kesempatan itu untuk menculik korban. Karena berada di bawah tekanan, korban pun tak kuasa melawan. Sejurus kemudian, pelaku membawa korban menuju salah satu warung kosong di wilayah Ngoro. Di tempat ini, lagi-lagi korban dipaksa melayani nafsu pelaku. ”Kejadian kedua, dilakukan di warung kosong. Ketika itu, korban sebenarnya sudah lulus SD,” beber sumber yang terus mewanti-wanti namanya tak dipublikasikan tersebut.

Tak hanya berhenti disitu, akhir Oktober lalu, korban lagi-lagi dipaksa pelaku melayani nafsu pelaku. Saat itu pelaku menjumpai korbannya di jalan dan langsung menyergapnya. ”Untuk kejadian yang ketiga, baru-baru ini, waktunya sekitar minggu terakhir bulan Oktober,” jelasnya.

Pasca kejadian yang ketiga ini, orang tua pelaku mulai curiga dengan perubahan sikap putrinya tersebut. Bunga sering terlihat murung. Tak ingin membuat putrinya tertekan, orang tua korban membuka pertanyaan seputar rencana Bunga yang akan diberangkatkan gurunya mengikuti lomba cerdas cermat, yang teryata hingga kini belum terbukti.

Tanpa disangka, Bunga akhirnya menceritakan perbuatan bejat gurunya itu kepada orang tuanya. Mendengar pengakuan buah hatinya, orang tua mengadukan perbuatan tak pantas sang guru ke pemda setempat dan dilanjutkan melapor ke polisi.

Kapolres Jombang, AKBP Agung Marlianto, saat dikonfirmasi membenarkan terkait kasus tersebut. ”Laporannya sudah masuk ke kami, segera akan kami proses,” katanya, singkat. (ag)

 

Follow Untuk Berita Up to Date