Oknum Guru Cabul Dituntut 14 Tahun

Lamongan, koranmemo.com – Sidang lanjutan dugaan pencabulan yang dilakukan AG oknum guru di SMK Negeri di Lamongan kepada belasan muridnya kembali digelar secara tertutup yang dipimpin langsung oleh ketua majelis hakim, Hj. Nova Flory Bunda, S.H.,M.Hum.

AG oknum guru SMK Negeri Lamongan dituntut 14 tahun denda Rp 60 juta subsider 2 bulan kurungan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Lamongan. Hal itu seperti diungkapkan Andhika Nugraha, S.H. usai sidang dengan agenda pembacaan tuntutan, di ruang candra PN Lamongan, Senin (13/5).

Dengan pembacaan tuntutan tersebut, Jaksa beranggapan terdakwa telah melakukan tindakan memaksa, tipu muslihat perbuatan cabul terhadap anak yang dilakukan beberapa kali. Serta, terdakwa juga dianggap pintar.

“Dia itu guru, orang intelek. Kita hukum 14 tahun itu karena terdakwa pinter ngeles. Itu bukan maksimal, kan ada hal hal yang meringankan, diantaranya tidak pernah dihukum atau dipidana, terdakwa juga sebagai tulang punggung keluarga,” jelas Andhika.

Disisi lain, Evi Susanti, S.H salah satu penasihat hukum terdakwa dikonfirmasi mengaku tuntutan JPU itu terlalu dan sangat berlebihan sebab, dalam surat dakwaan itu tidak sesuai dengan fakta persidangan. Seperti halnya, dalam agenda saksi korban, keterangan korban tidak mengalami hal seperti yang disampaikan jaksa dalam dakwaan.

Pada dasarnya, tambah Evi, tuntutan jaksa tersebut tidak sesuai dengan fakta persidangan sebelumnya. Salah satunya yang tidak sesuai dalam fakta persidangan diantaranya, pada saat pembuktian dimana telah terjadi pencabulan, ketika fakta persidangan, korban tidak mengalami hal tersebut.

“Untuk agenda sidang lanjutan, kami akan melakukan pembelaan yang akan kami tuangkan dalam pledoi. Yang pasti kami masih bahas dengan tim penasihat hukum yang lain. Sidang bakal digelar kembali hari Senin, minggu depan,” jelas Evi.

Reporter Fariz Fahyu

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date