Oknum Anggota Polres Trenggalek Terlibat Pembalakan Puluhan Kayu Sonokeling 

Trenggalek, Koranmemo.com – Penyidik Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Trenggalek kembali menetapkan satu tersangka tambahan dalam kasus pembalakan puluhan kayu sonokeling. Satu tersangka tambahan ini merupakan oknum anggota polisi. Sebelumnya penyidik telah menetapkan empat tersangka lainnya, baik dari lingkup PNS (Pegawai Negeri Sipil) BBPJN hingga swasta.

“Hari ini kami baru saja selesai melaksanakan gelar perkara. Kemudian ada penambahan tersangka satu lagi, yang hari ini kami tetapkan sebagai tersangka,” kata Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S, melalui Kasat Reskrim Polres Trenggalek AKP Sumi Andana saat ditemui di Mapolres Trenggalek, Senin (15/4) sore.

Tersangka tambahan ini diketahui merupakan oknum kepolisian berpangkat Bripka dan masih aktif berdinas di Mapolres Trenggalek. Dia ditetapkan sebagai tersangka berdasarkan keputusan hasil gelar perkara, karena penyidik mengantongi bukti kuat untuk menjerat oknum tersebut dalam kasus pembalakan puluhan kayu yang masuk kategori appendix II di wilayah Durenan-Trenggalek.

“Atas nama saudara S. Ini kami sedih juga ya, ini salah satu dari oknum anggota kita (Kepolisian,red),” kata Andana, sapaan akrabnya.

Andana enggan berkomentar lebih jauh ketika disinggung tentang keterlibatan oknum polisi tersebut. Hanya saja, dia memastikan proses hukum akan berjalan tanpa tebang pilih.

 Dia hanya menyebut keterangan lebih lanjut akan disampaikan dalam konferensi pers yang akan disampaikan langsung oleh Kapolres Trenggalek, AKBP Didit Bambang Wibowo S.

“Sama seperti yang lain, yang sama dihadapan hukum, kita lanjutkan ke peradilan umum,” pungkasnya, sembari menyebut keterangan lebih lanjut akan disampaikan secara langsung oleh Kapolres Trenggalek.

Sebelumnya polisi telah menetapkan empat tersangka dalam kasus pembalakan puluhan kayu sonokeling yang merugikan keuangan negara hingga disinyalir mencapai miliaran. Empat pelaku itu adalah K sebagai oknum pegawai negeri sipil (PNS) di Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN), W pensiunan pegawai BBPJN, A sebagai pengepul kayu dan S warga Kabupaten Trenggalek.

Mereka memiliki peran penting dalam proses pencurian kayu, mulai dari inisiator hingga pengepul kayu hasil curian. Empat pelaku yang ditetapkan sebagai tersangka ini merupakan hasil pemeriksaan dari delapan orang yang sebelumnya telah diamankan Polres Trenggalek pada Jumat (12/4) lalu. Empat orang lainnya hanya berstatus sebagai saksi dalam kasus illegal logging.

Penangkapan itu sebagai buntut hilangnya puluhan pohon sonokeling yang jumlahnya dilaporkan sebanyak 42 pohon. Selain di Trenggalek, puluhan kayu sonokeling juga dilaporkan hilang di wilayah Tulungagung. Namun dalam kasus ini, penyidik Polres Trenggalek memfokuskan illegal logging sepanjang tahun 2019.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date