Nyaru Intel Polres, Dijebloskan Sel

Sidoarjo, koranmemo.com – Mengaku sebagai anggota intel polisi, Iswanto warga Babatan Kelurahan Dukuh Sutorejo Kecamatan Mulyorejo Kota Surabaya dijebloskan ke dalam sel Mapolresta Sidoarjo.

Pria 31 tahun yang indekost di Desa Kedungturi, Kecamatan Taman, Sidoarjo ini ditangkap anggota Satreskrim Polresta Sidoarjo usai melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan.Kasatreskrim Polresta Sidoarjo Kompol Muhammad Harris menjelaskan, pelaku dan korban sebelumnya sudah melakukan komunikasi melalui HP.

“Keduanya bertemu di rumah korban. Tepatnya di pertigaan jalan raya Embongmalang, Cemengkalang, Sidoarjo,” ujarnya saat melakukan rilis ungkap kasus di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (3/7/2018).

Diceritakannya, korban yang bernama Dicki Firmansah sebelum berkeinginan memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Nah, tersangka mengaku sebagai anggota intel kepolisian.

“Pada korban, tersangka mengaku bisa mengurus SIM karena mengaku sebagai anggota Intel. Kemudian, ia mengajak untuk ketemu. Mereka berhenti di warkop di perempatan Jl. Kombespol M. Duryat depan kantor Polresta Sidoarjo,” papar mantan Kapolsek Simokerto ini.

Sejurus kemudian, tersangka meminjam HP korban untuk menghubungi temannya. Namun, dengan tipu daya, pelaku beralasan jika nomor yang dihubungi tidak tersambung.

Perjaka perawakan tambun ini tidak kurang akal. Ia mengajak korban yang tinggal di Desa Cemengkalang Kecamatan Sidoarjo Kota itu untuk pergi ke  SPBU di jalan Jenggolo, Buduran, Sidoarjo.

“Di SPBU tersangka menyuruh korbannya untuk bercuci muka. Alasannya, jika proses pemotretan untuk SIM perlu sebuah foto. Biar muka kelihatan cerah dan bersih,” tiru pria dengan satu melati di pundak itu.

Pintarnya, imbuh Harris, tersangka ini berdalih meminjam motor korban untuk diisi bensin saat korban pergi ke toilet cuci muka.

Pria yang sehari-hari bekerja sebagai sekuriti mall di Surabaya ini akhirnya membawa kabur sepeda motor korban. “Tersangka menghilang bersama Honda Beat warna hitam nopol W 4969 VN dan juga HP korban merk Oppo,” ungkap Harris.

Tersangka Iswanto ditangkap di tempat kosnya di Taman. Kepada petugas tersangka mengaku kejahatan  ini sudah kali kedua dilakukannya di wilayah Sidoarjo.

“Motor hasil dua kali kejahatannya dijual di daerah Probolinggo dengan harga Rp 2,5 juta  dan Rp 3juta,Dan hasilnya katanya untuk kebutuhan sehari-hari, “tandasnya

Bersama dengan tersangka, petugas berhasil mengamankan sejumlah barang bukti  berupa 1 satu HP Oppo FS warna hitam dan pakaian korban.

“Atas perbuatannya, tersangka akan kita kenakan pasal 378 KUHP / pasal 372 KUHP tentang perbuatan penipuan dan penggelapan, dengan ancaman 4 tahun penjara,” pungkasnya.

Reporter Yudhi Ardian
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date