Nikmatnya ‘Kopi Batok’ Goa Margo Tresno

Nganjuk, koranmemo.com – Menikmati kopi sambil berwisata di kaki gunung, tentu akan menambah cita rasa menjadi lebih mantap. Apalagi jika kopi yang dinikmati itu, disajikan khusus menggunakan wadah tertentu. Pastinya sensasi rasa yang khas akan menambah nikmat tersendiri bagi pecinta kopi.

Wedang kopi, siapa yang tidak kenal dengan minuman berwarna hitam pekat ini. Dengan sensasi rasa sedikit pahit dan manis yang ditimbulkan dari perpaduan kopi bubuk dan gula, mulai dari anak-anak sampai orang dewasa banyak yang menyukai minuman ini.

Seperti biasa, untuk menikmati wedang kopi tentu pertama kali yang dibutuhkan adalah serbuk kopi yang sudah dihaluskan dan gula. Gula dan kopi diseduh dengan air panas dan siap untuk dinikmati.

Namun bagi penikmat kopi di Kabupaten Nganjuk, tidak akan merasa puas sebelum menikmati ‘Kopi Batok’. Bahannya sama, hanya saja kopi ini disuguhkan dengan wadah batok atau tempurung kelapa. Tentu rasanya akan berbeda dengan kopi yang disuguhkan dengan wadah biasa.

Untuk menikmati secangkir kopi bathok ini, anda bisa datang langsung di jajaran warung kawasan obyek wisata Goa Margo Tresno, yang berada di Desa Sugihwaras Kecamatan Ngluyu.

Dengan hanya merogoh kocek dan mengeluarkan uang Rp 2.000, anda bisa menikmati sensasi kopi batok yang memiliki cita rasa tersendiri. Apalagi ketika menikmatinya berada di wilayah wisata dengan hawa sejuk dan asri.

Konon, kopi batok ini bisa menambah vitalitas bagi penikmatnya. “Meski rumah saya jauh, saya sempatkan ke sini untuk sekedar minum kopi batok, setelah minum badan menjadi hangat dan tidak loyo,” ujar Kristina (44) warga Desa Pelem Kecamatan Kertosono, Nganjuk, Kamis (15/2)

Menurutnya, kebiasaan ngopi sudah dilakoninya semenjak masih SMP dulu. Hal itu berkelanjutan hingga SMA dan menjadi ibu rumah tangga. “Ngopi itu simbol persahabatan, contohnya begini, ayo ngopi dulu biar tidak salah paham, apalagi kopi batok, benar-benar mantap,” kelakarnya.

Sementara, Sudaryanto (46) pemilik kedai mengaku kopi batok yang disajikan memiliki cita rasa tersendiri. Karena bubuk kopi tersebut dicampur dengan sedikit bawang merah dan juga rempah-rempah.

“Campuran ini akan membuat kopi lebih nikmat dan bagi penikmatnya, badan bisa terasa lebih fit. Kopi batok memang lain dari pada yang lain,” ujarnya.

Reporter : Muji Hartono

Editor      : Achmad Saichu

 

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.