Nguri-uri Seni Budaya dengan Festival Jaranan

Kediri, koranmemo.com – Rangkaian Festival Kelud 2019 menghadirkan Festival Jaranan yang diikuti oleh 26 peserta dari setiap kecamatan di Kabupaten Kediri. Kegiatan yang diharapkan mampu menyedot antusias pengunjung ini berlangsung selama dua hari, yaitu tanggal 7-8 September 2019.

Bertempat di parkiran Kediri Lagi setelah gerbang karcis masuk area wisata Gunung Kelud, para peserta menampilkan ciri khas jaranan masing-masing. Yang membedakannya adalah dari gerakan tari dan nada musik gamelan yang mengiringinya.

Dari Kandangan misalnya, disini mereka membawakan kreasi seni jaranan yang dikolaborasikan dengan barongan, celeng dan ganongan. Gerakannya sangat unik dan membuat penonton berdecak kagum.

Salah satu seniman dari Kec. Kandangan adalah Margiono. Pria yang tergabung dalam paguyuban Sekar Budoyo tersebut berperan sebagai pembarong.

Dia mengatakan, bisa tampil meramaikan Festival Kelud 2019 ini adalah suatu kebanggaan, karena bisa mengenalkan seni jaranan kepada pengunjung yang datang. Atraksi ini ikut pula meramaikan tempat wisata andalan Kabupaten Kediri yaitu Gunung Kelud.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan, melalui Kas Kesenian Sulistyowati, S.Sn mengatakan, pada Festival Jaranan tahun ini akan diberikan penghargaan dalam kategori penyaji terbaik, penata tari terbaik, musik terbaik, pemenang favorit dan unggulan. Untuk penampilannya dibagi menjadi dua hari, untuk hari ini Sabtu (7/9) sebanyak 15 peserta dan Minggu (8/9) ada 11 peserta.

Pada event tahun ini yang diangkat adalah penthul karena di kesenian jaranan, penthul sudah hampir punah. Dinas Pariwisata berusaha memunculkannya dan akan memberikan penghargaan bagi pemenang penthul terbaik. Selain untuk melestarikan seni budaya, juga agar penthul bisa muncul di kesenian jaranan khas Kab. Kediri. (Adv)

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date