Ngalap Berkah Tradisi Larung Kepala Kerbau di Dam Bagong

Trenggalek, Koranmemo.com – Suasana berbeda terlihat di area Dam Bagong, tepatnya di Kelurahan Ngantru/Kecamatan Trenggalek, Jumat (19/7). Warga memadati area untuk ngalap berkah larung kepala kerbau, sebuah tradisi tahunan yang dilakukan ratusan petani sebagai wujud syukur berkah panen melimpah.

Tradisi ini sudah berlangsung turun temurun, diinisiasi ratusan petani yang tinggal di aliran Sungai Bagong. Sungai itu mengaliri sedikitnya dua kecamatan yaitu kecamatan Trenggalek dan Kecamatan Pogalan. “Ini sebagai wujud syukuran kami para petani, istilahnya sodaqoh,” kata Gunarji, ketua pelaksana upacara adat bersih Dam Bagong.

Ratusan petani itu gotong royong mengadakan adat bersih Dam Bagong yang dilakukan pada pertanggalan jawa, Bulan Selo pada Jumat Kliwon. Maknanya untuk mengenang jasa Ki Ageng Menak Sopal Pahlawan Tani di Trenggalek. “Karena jasa beliau membuat Dam Bagong ini bisa mengairi sawah lebih dari 800 hektare,” kata dia.

Keberadaan dam itu meningkatkan kesejahteraan para petani karena mampu mengairi sawah di berbagai musim. Warga berinisiasi mengadakan syukuran secara massal, dengan memberikan sumbangan secara sukarela untuk membeli sebuah kerbau. “Kalau dulu gajah putih, tapi sekarang sudah langka,” jelasnya sembari menceritakan sejarah berdirinya Dam Bagong.

Selanjutnya warga menggantinya dengan kerbau untuk mengganti gajah putih yang konon diritualkan saat pembangunan. Kerbau tersebut selanjutnya di sembelih dan di masak untuk dikonsumsi beramai-ramai. “Kepalanya dibagikan mentah dengan cara dilarung, kemudian diperebutkan warga,” ujarnya.

Warga, kata Gunarji, meyakini mendapat berkah dari tumpeng dan kepala kerbau yang sebelumnya diarak. Kemudian, beberapa potongan kerbau mulaili kaki, kulit hingga kepala kerbau dibagikan kepada warga dengan cara dilarung. “Orang-orang meyakini ada berkahnya disitu,” imbuhnya sembari menjelaskan latar belakangnya.

Tak hanya memperebutkan kepala kerbau yang dilarung, warga juga berebut nasi tumpeng yang sebelumnya telah didoakan secara bersama-sama. Kemudian warga menikmatinya secara bersamaan. “Mencari keberkahan,” kata Margiyoto, warga Desa Sambirejo. Dia pertama kali datang bersama keluarganya.

Alfrido, warga lainnya rela menyelam di dam dengan kedalaman lebih dari 1 meter untuk memperebutkan kepala kerbau yang dilarung. Dia berharap mendapatkan keberkahan dari kegiatan tersebut. “Pengen mendapat berkah,” kata dia sembari menunjukkan potongan kaki dan kulit kerbau.

Selain melestarikan budaya daerah, kegiatan ini juga menarik daya wisatawan. Terbukti banyaknya warga yang memadati area Makam Ki Ageng Menak Sopal maupun Dam Bagong. “Kita tidak boleh lupa sejarah. Kedepannya akan lebih besar lagi dan ini agenda rutin,” kata Bupati Trenggalek, Mochamad Nur Arifin usai ikut melarung.

Selain dari sumbangsih ratusan petani dan warga sekitar, upacara adat bersih Dam Bagong memperingati jasa Pahlawan Tani Ki Ageng Menak Sopal juga di suport oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Trenggalek melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) dengan kegiatan pagelaran seni budaya. (adv/Disparbud)

Reporter Angga Prasetiya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date