Ngaku Bisa Gandakan Uang, Warga Gurah Diamankan

Kediri, koranmemo.com — SUS (33) warga Desa Bangkok Kecamatan Gurah Kabupaten Kediri ditangkap petugas Unit Reskrim Polsek Pesantren, di salah satu warung yang berada di Kelurahan Betet Kecamatan Pesantren Kota Kediri.

Terlapor ditangkap, lantaran melakukan tindak penipuan kepada Dewi Pujiati (31) asal Jalan Raya Bulurejo RT 30/RW 10 Lingkungan Bulurejo Kelurahan Blabak Kecamatan Pesantren Kota Kediri, yang tidak lain pemilik warung yang menjadi tempat kejadian perkara (TKP) dan lokasi penangkapan.

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota, AKP Kamsudi menjelaskan, petugas mendapat laporan dari Dewi (pelapor), yang merasa ditipu hari Jumat (24/5) lalu setelah terlapor datang ke warung. Terlapor yang mengaku bisa menggandakan uang menjadi sebelas kali lipat, ternyata membuat pelapor tergiur.

“Terlapor datang hari Jumat itu sekitar pukul 14.30 WIB untuk memesan kopi. Setelah mengaku dapat menggandakan uang dan meminta pelapor untuk mengambil uang dengan pecahan Rp 2.000,” ujarnya.

Tak berselang lama, ternyata uang tersebut dikembalikan menjadi 11 lembar pecahan Rp 2.000 dengan total Rp 22.000. Merasa tipu muslihatnya berhasil, terlapor meminta pelapor untuk mengambil uang sejumlah Rp 1.450.000. Saat terlapor meminta uang tersebut, justru pelapor memberikan uang beserta dua cincin emas dengan harga Rp 1.482.000.

Setelah menerima uang dan mendapat dua cincin emas, terlapor berkilah akan ke Bank. Namun, setelah pelapor menunggu berjam-jam, ternyata terlapor tidak datang ke warung. Akibatnya, pelapor mengalami kerugian materi dengan jumlah Rp 2.932.000.

“Pelapor segera melaporkan kejadian tersebut ke petugas, dan petugas segera melakukan penyelidikan,” sahutnya.

Hari Rabu (29/5), lanjutnya, petugas mendapat informasi bahwa terlapor berada di salah satu warung di Kelurahan Betet, sekitar pukul 15.00 WIB. Petugas pun segera melakukan penangkapan dan membawa ke Kantor Polsek Pesantren untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dari tangan terlapor, petugas menemukan uang sejumlah Rp.191.000, dua buah cincin emas, satu bungkus kain warna putih lusuh yang diduga untuk meyakinkan pelapor. Bahwa kain yang berisi tiga potongan kecil kayu lapuk, dua biji paku bekas, satu koin uang logam pecahan Rp 100, satu ikat ijuk warna hitam dan satu ikat benang warna hitam, dapat membantu proses penggandaan uang, seperti yang dilakukan terlapor sebelumnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor : Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date