Nelayan Tewas Saat Mancing Gurita

Trenggalek, koranmemo.com Nahas menimpa Sahrun (45) warga RT 35/RW 06 Dusun Karanggongso Desa Tasikmadu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek. Pasca dinyatakan hilang saat memancing gurita, Senin (6/8), pria yang diketahui seorang nelayan itu ditemukan tewas di pinggir pantai di Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek, Selasa (7/8). Diduga Sahrun tewas tenggelam saat memancing bersama tiga temannya.

Kasubbag Humas Polres Trenggalek, Iptu Supadi mengatakan, saat ini jenazah korban sudah disemayamkan di tempat pemakaman umum (TPU) setempat. Pihak keluarga mengaku ikhlas dan menolak untuk dilakukan autopsi. “Sudah ikhlas. Pihak keluarga korban tidak bersedia dilakukan outopsi mayat dan telah membuat pernyataan penolakan ouptopsi, dikuatkan dengan materai dan ditanda tangani pihak keluarga,” jelasnya saat dikonfirmasi, Selasa (7/8).Supadi menyebut, peristiwa nahas itu bermula saat korban bersama dua rekannya pergi memancing ke laut, Senin (6/7) sekitar pukul 07.30 WIB. Ketika itu korban pergi memancing bersama Asruri (28) dan Rifai (34) yang tak lain adalah tetangga korban.

Ketika itu mereka pergi ke laut menggunakan perahu besar milik Sahrun. “Sesampainya di lokasi, mereka berpencar. Masing-masing orang pergi memancing menggunakan perahu kecil atau perahu kunting yang isinya hanya satu orang. Mereka bermaksud ingin memancing gurita,” imbuhnya.

Sekitar pukul 11.00 WIB, lanjut Supadi, perahu yang ditumpangi korban terlihat kosong. Mengetahui itu, Asruri segera memanggil Rifai untuk bersama-sama mencari keberadaan korban. Namun lantaran tak kunjung membuahkan hasil, keduanya memutuskan pulang untuk meminta pertolongan.

“Mekipun meminta bantuan warga, korban tak kunjung ditemukan. Besoknya (Selasa, red), keluarga korban bersama Basarnas mencoba mencari keberadaan korban di sekitar lokasi,”  kata Supadi.

Pada saat melakukan pencarian, Suprianto (45) melihat ada sesosok jenazah terdampar di sekitar batu karang Gunung Nggedong, atau masuk di sekitar wilayah Desa Karanggandu. Setelah petugas bersama warga mendekat, rupanya diketahui jasad tersebut adalah Sahrun. Kemudian, jasad tersebut segera dievakuasi dan dibawa ke rumah duka, setelah sebelumnya dilakukan pemeriksaan oleh tim medis.

 “Hasil olah TKP tidak ditemukan adanya tanda-tanda dan bekas bekas kekerasan atau penganiayaan pada tubuh korban. Namun berdasarkan hasil pemeriksaan medis, diduga korban meninggal dunia akibat tenggelam,” pungkasnya.

Reporter Angga Prasetya

Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date