Milyaran Hama Kaper Serang Pemudik

Nganjuk, Memo – Milyaran hama kaper menyerang pemudik yang melintas di jalan raya, tepatnya di Jembatan Baru Kertosono, Minggu (3/7) malam. Akibatnya, sempat terjadi kecelakaan beruntun karena jarak pandang pengendara yang terhalang hama tersebut. Selain itu, banyaknya hama kaper yang terlindas kendaraan ditengarai menyebabkan jalanan menjadi licin sehingga banyak kendaraan tergelincir.

Hama kaper yang memicu kecelakaan beruntun (ist)
Hama kaper yang memicu kecelakaan beruntun (ist)

Kemunculan hama kaper di jalan raya ini otomatis membuat para pengendara resah. Seperti yang diungkapkan
Nuzlal Muntasir (26) warga dusun Jabon Desa Derenges Kecamatan Kertosono, yang merasa perjalanan mudiknya terganggu karena serangan hama kaper. “Saya hendak mudik ke rumah nenek saya di Jember, saat melintas di jembatan kertosonono tiba – tiba banyak binatang kecil menyerang tubuh saya, hingga akhirnya tadi saya terjatuh,” ujarnya kesal.

Nuzlal menambahkan, kemunculan hama yang biasa ditemui di sawah itu kemungkinan dipicu lampu penerangan jalan yang terpasang di sepanjang tepi jembatan. “Selain saya masih banyak pengendara sepeda motor yang juga terjatuh. Datangnya binatang kaper ini dipicu lampu penerangan jalan yang dipasang di setiap tepi sepanjang jembatan,” imbuhnya.

Terpisah, Suwono (35) warga bantaran Sungai Brantas, Kelurahan Kudu Kecamatan Kertosono juga berpendapat, munculnya hama yang biasa disebut kaper oleh warga setempat ini disebabkan lampu penerangan di sepanjang jembatan. “Sudah beberapa kali terjadi sejak sekitar tiga bulan lalu. Pengendara yang melintas sering terjatuh akibat serangan hama kaper ini,” jelasnya.

Menurutnya hama kaper biasa bermunculan di jembatan setelah turun hujan. Meskipun belum sampai menimbulkan korban hingga meninggal dunia, tapi di menyebut kecelakaan akibat serangan hama itu sudah sering terjadi.

Ipda Rony Andreas, Kanit Laka Polres Nganjuk saat dikonfirmasi membenarkan telah terjadi laka beruntun di atas jembatan kertosono. Pihaknya segera memberikan pertolongan kepada para korban. “diketahui bahwa korban tidak mengalami luka serius, hanya luka ringan. Namun dengan adanya kejadian ini arus mudik, di sekitar jembatan kertosono sempat terjadi kemacetan hingga beberapa jam,” tuturnya.

Dikonfirmasi terpisah, Susanto, Ketua Taruna Tani Karya Tunas Bhakti Desa Gandu  menerangkan, hama kaper tertarik pada lampu, tetapi lampu yang spesifikasinya adalah UV. Namun di Tempat Kejadian Perkara (TKP), hama kaper tertarik dengan penerangan lampu jalan karena tidak ada penerangan lain.

“Datangnya kaper dengan jumlah banyak karena peledakan kaper akibat anomali iklim, seharusnya saat ini musim kemarau tetapi justru tetap turun hujan, sehingga mengakibatkan suhu yang dikehendaki hama untuk berkembang cocok,” jelasnya. (and)

Follow Untuk Berita Up to Date