Merasa Dilecehkan Tabib Dipolisikan

Nganjuk, koranmemo.com – H. Muhammad Bajuri (80) warga Kelurahan Ploso Kecamatan Nganjuk yang yang berprofesi sebagai pengobatan alternative, diduga telah melakukan pelecehan seksual kepada pasiennya, ST (43) dan PR (23) warga Kecamatan Gondang. Kemarin, ibu dan anak ini melayangkan surat pengaduan kepada Kapolres Nganjuk agar kasusnya cepat ditangani dengan serius.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu berawal pada Selasa (3/1), kedua wanita tersebut mendatangai Haji Bajuri untuk berobat atas sakit pegal-pegal di seluruh badan dan tiap hari tidak bisa tidur.

Sesampainya di rumah pengobatan alternative itu, ST oleh pelaku dimasukkan ke kamar pengobatan dan disuruh mencopot pakaiannya. Selanjutnya pelaku langsung diduga berbuat mesum kepada pasiennya ini. “Saya dipegang-pegang dan diraba-raba,” kata ST kepada wartawan.

Usia diobati lanjutnya, pelaku memberikan kaos dalam putih yang sudah diberi tulisan arab untuk dipakai korban saat sedang mengalami sakit pegal-pegal. “Hal yang sama juga dilakukan kepada tubuh anak saya,” imbuhnya.

Ibu dan anak ini mengaku membayar sebesar Rp 1 juta untuk satu pasien. Pada saat diobati, keduanya seolah-olah dibuat tidak sadar oleh pelaku, hingga menuruti kehendak pelaku untuk membuka baju.

Suami korban, SM (37) mengaku tidak terima atas perlakuan sang haji cabul itu yang dilakukan kepada isri dan anaknya. Ia meminta kepada Kapolres Nganjuk  untuk segera menindaklanjuti kasus yang telah diadukannya itu. “Kami meminta kepada pak kapolres agar kasus ini diusut tuntas supaya tidak ada korban berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Haji Bajuri saat ditemui sejumlah media mengaku sudah buka praktik puluhan tahun. Ia juga membenarkan pola pengobatan yang dilakukannya seperti itu.

Menurutnya, semua itu dilakukannya karena memang atas dasar kesepakatan sebelumnya. “Saya siap untuk dilaporkan bila dirasa salah oleh para pasien. Namun saya berharap persolan itu bisa diselesaikan secara kekeluargaan,” pintanya. (jie)

Follow Untuk Berita Up to Date