Mentan Ajak Mahasiswa UNISKA Bekerja di Bidang Pertanian

Kediri, koranmemo.comPesatnya perkembangan industri di Indonesia, tak terkecuali di Kota Kediri dengan muncul pabrik dan industri baru berdampak pada berkurangnya lahan pertanian. Untuk itu Menteri Pertanian (Mentan) RI Andi Amran Sulaiman, mengajak mahasiswa Universitas Islam Kadiri (UNISKA) ikut menjaga lahan pertanian dan perkebunan dengan cara menjadi pelaku usaha di bidang pertanian.

“Jika area persawahan dan perkebunan terus dijadikan pabrik dan tempat industri, untuk kebutuhan bahan pangan pasti akan bergantung pada negara lain. Langkah dengan memberikan pengertian pentingnya area persawahan dan perkebunan bagi masyarakat Indonesia. Dengan ini saya mengajak mahasiswa untuk menjadi pengusaha dan bekerja di bidang pertanian,” jelasnya saat memberikan orasi ilmiah di Uniska, Sabtu (27/10).Dikatakan, meskipun pertumbuhan industri juga perlu dipercepat, di sisi lain area persawahan dan perkebunan tidak boleh tergusur oleh indutri. Karena lahan tersebut sangat penting bagi masyarakat Indonesia, dan menjadi salah satu penopang perekonomian Indonesia dari bidang tersebut.

Baginya, Indonesia adalah negara yang besar dengan sumber daya alam yang melimpah.  Jika lahan yang belum dikelola dapat dimaksimalakan, menurutnya tidak menutup kemungkinan Indonesia bisa mencukupi kebutuhan bahan pokok. Bahkan bisa menjadi negara pengekspor hasil bumi. “Jangan mau dibandingkan dengan negara lain, Malaysia atau Singapura. Mereka adalah negara kecil, sudah seharusnya kita lebih kaya dari mereka,” sahutnya.

Selain itu, Mentan juga mendorong peran pemuda khususnya mahasiswa di bidang pertanian. Dengan memberikan wadah bernama Gerakan Pemuda Tani Indonesia (Gempita) sehingga para pemuda dapat bersatu meningkatkan perekonomian di bidang pertanian.

“Sebanyak 300 ribu pemuda yang kini sudah terlibat. Itulah yang membuat kita ekspor jagung. Dulu kita impor 3,6 juta yang setara dengan Rp 10 triliun, sekarang kita sudah ekspor. Dan itu salah satu penopangnya adalah Jawa Timur. Ini luar biasa potensi kita. Persoalannya kita mau atau tidak, tapi kalau kita membahas yang tidak penting, kapan kita majunya,” tukasnya.

Reporter : Okpriabdhu Mahtinu
Editor Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date