MenPAN Apresiasi Akuntabilitas Kinerja Pemkab Sidoarjo

Sidoarjo, koranmemo.com – Bupati Sidoarjo Saiful Ilah menerima Laporan Hasil Evaluasi Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LHE AKIP) tahun 2017 wilayah II dengan predikat BB yang diserahkan oleh Menteri PANRB Asman Abnur, di Nusa Dua Bali, Rabu (31/1/2018).

Selain kota udang Sidoarjo, predikat BB dari kementerian PAN RB juga diberikan kepada Kabupaten Gresik, Lamongan, Pasuruan, Malang, Blitar, Tulungagung, Ngawi, Probolinggo, Bondowoso dan Kota Malang.

Hasil evaluasi Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) pada tahun 2017 di Wilayah II mengalami peningkatan 4,59 poin. Rata-rata nilai evaluasi kabupaten/ kota tahun 2016 sebesar 51,81 meningkat menjadi 56,40, yang berarti meningkat 4,59 poin. Namun demikian, masih ada kabupaten/kota sebanyak 54,05% dari seluruh kabupaten/kota yang  masih mendapat nilai di bawah “B”.

Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) Asman Abnur mengatakan, pihaknya memberikan apresiasi yang tinggi kepada kabupaten/kota yang telah melakukan upaya-upaya perbaikan nyata bagi peningkatan efisiensi birokrasi.

Atas upaya tersebut,  terdapat satu Pemerintah kabupaten dan satu provinsi yang berpredikat “A” dan 17 pemprov, Kabupaten/ Kota berpredikat “BB”. Di Wilayah II ini juga terdapat 52 Kabupaten/Kota dengan predikat “B”. “Saya mengharapkan agar tetap berupaya mengoptimalkan penerapan SAKIP dengan lebih baik,” terang Asman.

Untuk Kabupaten/Kota di Wilayah II ini, Menteri Asman mengharapkan para Bupati, Walikota, dan Sekretaris Daerah untuk lebih fokus dan lebih serius lagi dalam memberikan perhatian guna terwujudnya tata kelola pemerintahan yang baik dan sekaligus berorientasi hasil.

“Untuk 81 Kabupaten/Kota yang masuk dalam katagori “C” dan “CC”, saya sarankan segera melakukan study tiru ke instansi pemerintah lain yang sudah lebih baik dalam menerapkan SAKIP yang berkualitas,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Menteri juga memberikan apresiasi kepada beberapa Pemerintah Kabupaten/Kota dan Provinsi yang telah mengimplementasikan e-budgeting di lingkungan pemerintahnya masing-masing. Dikatakan, e-budgeting merupakan langkah yang baik bagi suatu pemerintah dalam mencegah munculnya program/kegiatan “siluman” serta mencegah terjadinya penyimpangan.

Bupati Saiful Ilah terus melakukan pengembangan inovasi program pengelolaan anggaran dengan menggunakan E-Budgeting, saat ini pemkab Sidoarjo sedang merumuskannya.

“ InsyaAllah program E-Budgeting akan segera kita wujudkan  sekarang sudah dalam perumusan, ini kita lakukan agar dalam pengelolaan anggaran lebih transparan lagi dengan E-Budgeting saya harap tidak lagi ditemukan program yang tidak terencana,” pungkas Wabup dan Bupati Sidoarjo dua periode itu.

Reporter: Yudhi Ardian

Editor: Achmad Saichu

Follow Untuk Berita Up to Date

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.