Mengintip Kehidupan Suku Sasak Dusun Sade, Lombok Tengah (4)

Pacaran Sembunyi-sembunyi, Bertemu di Pohon Cinta

Lombok, koranmemo.com – Ada aturan-aturan yang harus dipenuhi jika ingin menculik seorang wanita sebelum menikahinya.  Jika ada satu saja aturan yang dilanggar, maka pernikahan bisa dibatalkan meskipun mereka berdua saling mencintai.  Oleh karena itu, tidak jarang ada wanita yang akhirnya menikah bukan dengan orang yang dia cintai, namun karena dijodohkan oleh kedua orang tuanya.

Rata-rata pria di Dusun Sade memilih untuk menikah dengan wanita yang ada di dusun mereka sendiri.   Pertama, karena kebanyakan mereka hubungannya masih saudara sepupu.  Jadi, jika mereka menikah, berarti mereka sama saja memperpanjang garis keturunan asli di Dusun Sade.  Apalagi jumlah warga Dusun Sade memang tidak terlalu banyak.  Menurut sensus terakhir, jumlah penghuni Dusun Sade sebanyak 700 orang dari 150 KK.

Alasan kedua, karena jika menikah dengan wanita di luar Dusun Sade, maharnya ternyata sangat tinggi.  Si pria harus bisa menyerahkan dua ekor sapi sebelum memboyong wanita tersebut ke Dusun Sade.  Satu sapi di Lombok, harganya mencapai Rp 20 juta.  Berarti kalau dua ekor sapi, harganya menjadi Rp 40 juta.  Itupun masih belum termasuk biaya untuk acara pernikahannya.  “Semuanya ditanggung oleh pria.  Makanya meskipun jatuh cinta dengan wanita dari dusun lain, cinta kami berat di mahar,” tutur Talim, pemandu wisata di sana.

Sedangkan bila ingin menikahi wanita asli Dusun Sade, biaya mahar sangat terjangkau.  Orang tua wanita hanya boleh meminta mahar maksimal Rp 2,5 juta.  Jika sampai pihak wanita meminta lebih dari angka tersebut, sama saja mereka melanggar adat dan bisa diusir dari dusun.  Lebih enaknya lagi, dengan mahar yang terjangkau itu, pihak pria masih boleh menawar lagi sampai bertemu angka yang disepakati oleh kedua belah pihak.  “Tapi rata-rata kami, para pria, sudah setuju dengan angka Rp 2,5 juta.  Agar tidak terlalu lama,” kata bapak satu anak tersebut.

Pasalnya, berbeda dengan di dusun lain, sebelum kawin culik mereka tidak diizinkan pacaran dengan bebas.  Kalau mau pacaran, biasanya mereka melakukan dengan sembunyi-sembunyi.  Si wanita izin keluar untuk mengambil air wudu, padahal diam-diam bertemu dengan si pria di bawah pohon yang disebut sebagai pohon cinta oleh warga Dusun Sade.

Pohon cinta yang disebut oleh warga Dusun Sade itu letaknya memang strategis.  Berada di ujung salah satu jalan utama Dusun Sade dan letaknya juga cukup tersembunyi.  “Pohonnya biasa saja.  Malah tidak ada daunnya.  Tapi entah sejak kapan jadi tempat bertemunya muda mudi yang mau pacaran,” kata Talim.

Meskipun rata-rata dari mereka menikah ketika usia mereka masih muda, namun tetap saja ada aturan pembatasan umur.  Para pria tidak boleh sampai menculik wanita yang masih duduk di bangku SD dan SMP.  “Kalau sampai nekat mereka kena denda Rp 1 juta,” pungkasnya.

Editor : Della Cahaya Praditasari

Follow Untuk Berita Up to Date